Thrift adalah Barang Bekas atau Second Import yang Diperjual-Belikan, Ini Lengkapnya

Rabu, 24 Februari 2021 14:54 Reporter : Edelweis Lararenjana
Thrift adalah Barang Bekas atau Second Import yang Diperjual-Belikan, Ini Lengkapnya Ilustrasi pakaian. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Africa Studio

Merdeka.com - Beberapa waktu belakangan ini, thrifting atau aktivitas berbelanja produk-produk bekas sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Ditinjau dari semakin merebaknya thrift shop di media sosial, bisa dilihat bahwa antusiasme masyarakat terhadap cara belanja model thrifting semakin besar.

Mengutip vocabulary.com, thrift adalah perilaku sangat berhati-hati terhadap berapa banyak uang yang dikeluarkan. Thrift secara kata memang berarti hemat. Menggunakan kembali kantong teh yang sama sebanyak tiga hingga empat kali agar tidak membuang-buang uang adalah contoh perilaku hemat.

Tren thrifting dewasa ini dilakukan karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya sistem fast fashion yang dilakukan oleh produsen-produsen pakaian kenamaan. Terlebih, banyak perusahaan fast fashion yang juga terlibat dalam praktik eksploitasi buruh. Untuk itu, mendaur ulang pakaian layak pakai dengan metode thrifting adalah salah satu solusi dari masalah ini.

Berikut ini adalah uraian selengkapnya mengenai apa itu thrift, dan apa saja manfaat yang dibawa oleh praktik ini.

Baca Selanjutnya: Mengenal Praktik Thrift...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini