Selain Batik, 5 Warisan Budaya Indonesia Ini Juga Pernah Diakui Negara Asing
Merdeka.com - Kantor berita China, Xinhua News, mengunggah cuitan di Twitter yang menyebut bahwa Batik merupakan 'seni kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di China’. Penulisan ini kemudian direvisi pada Senin (13/4) dengan menyatakan bahwa kata "Batik" memang berasal dari Indonesia. Hal ini diduga lantara kantor berita tersebut telah mendapat kritik dari masyarakat Indonesia dan Menteri Luar Negeri RI.
Mendengar pemberitaan tersebut, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, angkat bicara. Ia mengatakan bahwa sebenarnya yang dilakukan China bukanlah sebuah klaim, melainkan pemberitahuan bahwa mereka juga memiliki batik.
“Sebenarnya bukan mengklaim. China hanya memberitahukan kalau China buat batik juga. Tapi kan memang batik itu tidak hanya di Indonesia saja, yang namanya almarhum Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, setiap hari juga pakai batik,” Kata Gati.
Rupanya tak hanya batik yang diakui oleh negara lain. Beberapa warisan budaya Indonesia ini juga sempat diklaim negara asing. Simak selengkapnya di bawah ini.
Batik

©2020 Merdeka.com/batikkediri.blogspot.com
Sebelum digegerkan dengan klaim China perihal batik, rupanya Batik pernah terlebih dahulu diakui oleh Malaysia. Pihak pemerintah Indonesia kemudian segera mendaftarkan klaimnya kepada UNESCO.
Batik didaftarkan sejak 3 September 2008, UNESCO baru mengakui batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2 Oktober 2009 setelah dilakukan pengujian.
Wayang

©REUTERS/Cindy Liu
Warisan budaya Indonesia yang juga diklaim oleh negara asing adalah wayang. Wayang kulit yang menjadi ciri khas Indonesia ini sempat diakui oleh Malaysia.
Beruntung pada 27 November 2003 UNESCO mengakui Wayang Kulit sebagai warisan kebudayaan Indonesia.
Angklung

©Pixabay
Angklung ternyata juga pernah diakui sebagai milik negara asing. Malaysia lagi-lagi sempat mengaku bahwa angklung adalah milik mereka.
Angklung kemudian terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di UNESCO pada bulan November 2010 sebagai milik Indonesia.
Reog

©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Malaysia diketahui juga sempat mengakui bahwa Reog adalah salah satu warisan budaya mereka. Padahal Reog telah dikenal luas sebagai sebuah tradisi yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia segera membantah bahwa Malaysia pernah mengklaim Reog sebagai warisan budaya mereka sebelum kisruh semakin rumit.
Kuda Lumping

©2014 merdeka.com/imam buhori
Kuda lumping ternyata juga pernah diklaim oleh Malaysia. Semua bermula ketika banyak orang-orang Jawa yang berpindah ke Malaysia.
Mereka kemudian mewariskan kesenian Kuda Lumping kepada anak-anak mereka.
(mdk/vna)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya