Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah 26 April, Mengenang Tragedi Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl 35 Tahun Lalu

Sejarah 26 April, Mengenang Tragedi Ledakan Reaktor Nuklir Chernobyl 35 Tahun Lalu Chernobyl. ©Istimewa

Merdeka.com - Tanggal 26 April 1986, terjadi sebuah kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah yang dikenal sebagai bencana Chernobyl. Kecelakaan nuklir ini terjadi di reaktor No. 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, dekat kota Pripyat di utara SSR Ukraina.

Sejak tahun 1977, ilmuwan Soviet memasang empat reaktor nuklir RBMK di pembangkit listrik, yang terletak tepat di sebelah selatan perbatasan Ukraina dengan Belarusia. Uni Soviet memang banyak berinvestasi dalam bidang tenaga nuklir setelah Perang Dunia II.

Selain menghancurkan reaktor Chernobyl 4, kecelakaan ini juga menewaskan 30 operator dan petugas pemadam kebakaran dalam waktu tiga bulan, dan disusul oleh beberapa kematian lain. Sindrom radiasi akut (ARS) juga didiagnosis pada 237 orang di tempat yang dan terlibat dalam proses pembersihan.

Reaksi tanggap darurat awal bersama dengan proses dekontaminasi lingkungan melibatkan lebih dari 500.000 personel dan menelan biaya sekitar 18 miliar rubel Soviet atau sekitar US $68 miliar saat ini. Para ilmuwan memperkirakan zona di sekitar bekas pabrik tidak akan dapat dihuni hingga 20.000 tahun kemudian.

Berikut cerita selengkapnya.

Situs dan Pabrik Chernobyl

Kompleks Tenaga Listrik Chernobyl terletak sekitar 130 km sebelah utara Kiev, Ukraina dan sekitar 20 km sebelah selatan perbatasan dengan Belarusia. Pabrik ini terdiri dari empat reaktor nuklir dengan desain RBMK-1000.

Unit 1 dan 2 dibangun antara tahun 1970 dan 1977, sedangkan unit 3 dan 4 dengan desain yang sama diselesaikan pada tahun 1983. Dua lagi reaktor RBMK sedang dibangun di lokasi pada saat kecelakaan.

Di sebelah tenggara pabrik, terdapat sebuah danau buatan seluas sekitar 22 kilometer persegi yang terletak di samping sungai Pripyat, anak sungai Dniepr. Danau ini dibangun untuk menyediakan air pendingin bagi reaktor.

Daerah Ukraina ini digambarkan sebagai hutan tipe Belarusia dengan kepadatan populasi yang rendah. Sekitar 3 km dari reaktor, terdapat kota Pripyat yang dihuni oleh 49.000 jiwa. Kota tua Chernobyl, yang berpenduduk 12.500, berjarak sekitar 15 km di sebelah tenggara kompleks.

Dalam radius 30 km dari pembangkit listrik, jumlah total populasi adalah sekitar 115.000 hingga 135.000 pada saat kecelakaan terjadi, dikutip dari world-nuclear.org.

Kecelakaan Chernobyl pada 26 April 1986

Pada tanggal 25 April sebelum pemadaman rutin, kru reaktor di Chernobyl 4 mulai mempersiapkan pengujian untuk menentukan berapa lama turbin akan berputar dan memasok daya ke pompa sirkulasi utama setelah kehilangan catu daya listrik utama.

Pengujian ini telah dilakukan di Chernobyl tahun sebelumnya, tetapi daya dari turbin turun terlalu cepat, sehingga desain regulator tegangan baru harus diuji. Serangkaian tindakan operator, termasuk penonaktifan mekanisme pematian otomatis, mendahului upaya tersebut.

Pada saat operator bergerak untuk mematikan reaktor, kondisi reaktor sangat tidak stabil. Keunikan desain batang kendali menyebabkan lonjakan listrik yang dramatis saat dimasukkan ke dalam reaktor, mengutip World Nuclear Association.

Interaksi bahan bakar yang sangat panas dengan air pendingin menyebabkan fragmentasi bahan bakar seiring dengan produksi uap yang cepat dan peningkatan tekanan. Tekanan berlebih menyebabkan pelat penutup 1000 t reaktor terlepas sebagian, merusak saluran bahan bakar dan mengganggu semua batang kendali, yang pada saat itu hanya setengah jalan ke bawah.

Pembangkitan uap yang intens kemudian menyebar ke seluruh inti (diumpankan oleh air yang dibuang ke inti karena pecahnya sirkuit pendingin darurat) yang menyebabkan ledakan uap dan melepaskan produk fisi ke atmosfer.

Sekitar dua hingga tiga detik kemudian, ledakan kedua mengeluarkan fragmen dari saluran bahan bakar dan grafit panas. Ada beberapa perselisihan di antara para ahli tentang karakter ledakan kedua ini, tetapi kemungkinan besar disebabkan oleh produksi hidrogen dari reaksi uap-zirkonium.

Dua pekerja tewas akibat ledakan tersebut. Grafit (sekitar seperempat dari 1.200 ton diperkirakan telah dikeluarkan) dan bahan bakar menjadi pijar dan memicu sejumlah kebakaran, menyebabkan pelepasan utama radioaktivitas ke lingkungan. Sebanyak sekitar 14 EBq (14 x 1018 Bq) radioaktivitas dilepaskan, lebih dari setengahnya berasal dari gas mulia yang inert secara biologis.

Dampak Langsung Bencana Chernobyl

Kecelakaan Chernobyl pada 26 April 1986 ini menyebabkan pelepasan radioaktif terbesar yang tidak terkendali ke lingkungan. Sejumlah besar zat radioaktif JUGA dilepaskan ke udara selama sekitar 10 hari. Hal ini menyebabkan gangguan sosial dan ekonomi yang serius bagi sebagian besar populasi di Belarus, Rusia, dan Ukraina.

Korban termasuk petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan kebakaran awal di atap gedung turbin. Semua api padam dalam beberapa jam, tetapi dosis radiasi pada hari pertama menyebabkan 28 kematian di  mana enam di antaranya adalah petugas pemadam kebakaran pada akhir Juli 1986.

Pada 27 April, 30.000 penduduk Pryp'yat mulai dievakuasi. Meski ditutup-tutupi, pada 28 April stasiun pemantau Swedia melaporkan tingginya tingkat radioaktivitas yang dibawa angin dan mendesak penjelasan lebih lanjut.

Pemerintah Soviet akhirnya mengakui telah terjadi kecelakaan di Chernobyl. Hal ini memicu protes internasional atas bahaya yang ditimbulkan oleh emisi radioaktif. Pada tanggal 4 Mei, panas dan radioaktivitas yang bocor dari inti reaktor dapat diatasi, meskipun berisiko besar bagi para pekerja.

Tugas selanjutnya adalah membersihkan radioaktivitas di lokasi sehingga tiga reaktor yang tersisa dapat dihidupkan kembali, dan reaktor yang rusak terlindung secara lebih permanen. Puing-puing radioaktif terkubur di sekitar 800 tempat sementara, dan kemudian pada tahun itu inti reaktor yang sangat memancarkan radioaktif ditutup dengan sarkofagus beton dan baja. 

Sekitar 200.000 orang (likuidator) dari seluruh Uni Soviet terlibat dalam pemulihan dan pembersihan selama tahun 1986 dan 1987.

Efek Kesehatan Jangka Panjang dari Bencana Chernobyl

Pada tahun 1989, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menyuarakan keprihatinan bahwa para ilmuwan medis lokal salah mengaitkan berbagai efek biologis dan kesehatan dengan paparan radiasi.

Setelah itu, Pemerintah Uni Soviet meminta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengoordinasikan penilaian ahli internasional tentang konsekuensi radiologi, lingkungan, dan kesehatan kecelakaan di kota-kota tertentu dari daerah yang paling terkontaminasi di Belarusia, Rusia, dan Ukraina.

Antara Maret 1990 dan Juni 1991, total 50 misi lapangan dilakukan oleh 200 ahli dari 25 negara (termasuk Uni Soviet), tujuh organisasi, dan 11 laboratorium. Pada bulan Februari 2003, IAEA membentuk Forum Chernobyl, bekerja sama dengan tujuh organisasi PBB lainnya serta pihak berwenang yang kompeten dari Belarusia, Federasi Rusia, dan Ukraina.

Pada bulan April 2005, laporan yang disiapkan oleh dua kelompok ahli "Lingkungan" yang dikoordinasikan oleh IAEA, dan "Kesehatan" yang dikoordinasikan oleh WHO dibahas secara intensif oleh Forum dan akhirnya disetujui melalui konsensus.

Kesimpulan dari studi Chernobyl Forum 2005 ini sejalan dengan studi para ahli sebelumnya, terutama laporan UNSCEAR 2000 yang mengatakan bahwa "selain peningkatan [kanker tiroid] ini, tidak ada bukti dampak kesehatan masyarakat serius yang disebabkan paparan radiasi 14 tahun setelah kecelakaan. Tidak ada bukti ilmiah peningkatan insiden kanker secara keseluruhan atau kematian atau gangguan non-ganas yang terkait dengan paparan radiasi."

(mdk/edl)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP