Sapi Terjangkit PMK Makin Banyak, Pemkab Tulungagung Ambil Tindakan Ini

Rabu, 25 Mei 2022 10:38 Reporter : Rizka Nur Laily M
Sapi Terjangkit PMK Makin Banyak, Pemkab Tulungagung Ambil Tindakan Ini Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa daerah di Jawa Timur semakin meluas. Merespons kondisi di lapangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur memutuskan memperpanjang masa penutupan pasar hewan di daerah itu hingga 12 Juni 2022.

Sebelumnya, Pemkab Tulungagung berencana menutup pasar hewan di wilayah setempat pada 13 hingga 30 Mei 2022.

"Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi dan sosialisasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di pendopo kabupaten, " tutur Bupati Tulungagung Maryoto Birowo di Tulungagung, Selasa (24/5/2022).

2 dari 3 halaman

Belum Ada Kasus di Tulungagung

upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku pada sapi di depok

©2022 Merdeka.com/Arie Basuki

Di Kabupaten Tulungagung hingga kini belum ditemukan adanya kasus ternak terjangkit PMK. Meski demikian, banyaknya temuan kasus di daerah lain membuat Pemkab Tulungagung berinisiatif melakukan pemblokiran. Salah satunya dengan menutup pasar hewan yang berpotensi besar menjadi klaster penularan.

"Pasar hewan ditutup sementara sebagai upaya antisipasi PMK. Bakul (pedagang) dari luar kota sementara diadang," lanjut Bupati Maryoto.

Selain pasar hewan kabupaten, pasar-pasar hewan di tingkat desa juga ditutup sementara hingga 12 Juni 2022.

Upaya pencegahan PMK dengan menutup pasar hewan juga mempertimbangkan kasus di mana virus penyebab PMK tidak hanya menyerang sapi, tetapi juga kerbau, kambing dan babi.

Selain menutup pasar hewan di wilayah Kabupaten Tulungagung, Pemkab setempat juga mendirikan posko PMK di sentra peternakan.

3 dari 3 halaman

Lindungi Peternak Sapi

peternak sapi di banyuwangi
©2020 Merdeka.com

Bupati Maryoto mengungkapkan bahwa penutupan pasar hewan bertujuan untuk melindungi peternak sapi di Kabupaten Tulungagung. Mengingat Tulungagung adalah salah satu sentra produksi susu sapi.

Produksi susu sapi di Kabupaten Tulungagung terpusat di Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo. Setiap harinya, peternak sapi dari dua kecamatan itu mampu memproduksi susu sekitar 150 ton.

Sementara itu, menurut data Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, populasi sapi perah di wilayah tersebut sekitar 25 ribu ekor. Kemudian, populasi sapi potong sebanyak 144 ribu ekor, kambing 207 ribu ekor, dan babi 10.500 ekor. [rka]

Baca juga:
Kasus PMK Melonjak, 7 Pasar Hewan di Klaten Tutup Sementara
Ulama Tegaskan Hewan Sakit Tidak Bisa Dijadikan Kurban
Ribuan Hewan di Sumut Terjangkit PMK, Ini Reaksi Edy Rahmayadi
Bupati Nyatakan Wabah PMK di Garut sebagai Kejadian Luar Biasa, Ini 4 Faktanya
Mentan Jamin Distribusi Hewan Ternak Lancar Jelang Idul Adha
Jutaan Hewan Ternak Terdampak PMK, Kerugian Ditaksir Capai Rp9,9 Triliun

 

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini