Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Kesenian Singo Ulung di Bondowoso, Menari Bak Singa untuk Sambut Ramadan

Mengenal Kesenian Singo Ulung di Bondowoso, Menari Bak Singa untuk Sambut Ramadan Ojol Main Piano. Twitter @IzatYuan ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertunjukan Singo Ulung tidak pernah absen digelar oleh masyarakat Bondowoso, salah satunya untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Kesenian tradisional tersebut merupakan warisan turun-temurun yang menjadi identitas kultural Bondowoso.

Selain itu, kesenian Singo Ulung juga ditampilkan dalam sejumlah agenda penting di kabupaten setempat. Kesenian tersebut memilih sejarah panjang dan cerita menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Sejarah Tari Singo Ulung

tari singo ulung bondowoso

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Dikutip dari berbagai sumber, Tari Singo Ulung diciptakan oleh pendiri desa Blimbing, yaitu Kiai Singo Wulu. Tari ciptaannya itu pun terinspirasi dari sejarah berdirinya desa Blimbing di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Konon, Kiai Singo Wulu datang dari daerah lain. Dalam perjalanannya, dia berhenti di hutan dan berteduh di bawah pohon buah belimbing.

Kedatangan Kiai Singo Wulu di tempat tersebut ternyata membangkitkan amarah penguasa hutan yang bernama Jasiman. Lalu, terjadilah perkelahian antara keduanya.

Dalam perkelahian tersebut, keduanya menggunakan kayu rotan untuk melindungi diri masing-masing dari serangan lawan.

Tiba-tiba, Kiai Singo Wulu berubah wujud menjadi harimau putih. Diceritakan Jasiman pun tidak mampu melawan harimau putih jelmaan diri Kiai Singo Wulu.

Berdirinya Desa Blimbing

tari singo ulung bondowoso

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Setelah perkelahian itu, Kiai Singo Wulu dan Jasiman terlibat perbincangan. Ternyata keduanya berasal dari perguruan yang sama.

Singkat cerita, Jasiman akhirnya kagum dengan kehebatan dan kesederhanaan Kiai Singo Wulu. Setelah perkelahian itu, Ia bahkan merencanakan hendak menikahkan Kiai Singo Wulu dengan adiknya.

Setelah menikah, Kiai Singo Wulu, bersama istrinya dan Jasiman membangun sebuah desa di hutan bekas tempat pertemuannya dahulu. Desa yang pada perkembangannya menjadi makmur dan sejahtera itu diberi nama desa Blimbing.

Oleh masyarakat setempat, Kiai Singo Wulu diangkat menjadi kepala desa pertama di desa Blimbing. Kesenian tradisional Tari Singo Ulung diciptakan untuk menggambarkan awal mula berdirinya desa Blimbing di Bondowoso, Jawa Timur.

Menyerupai Singa

tari singo ulung bondowoso

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Dikutip dari liputan6.com, para penari yang tampil dalam kesenian Singo Ulung menggunakan konstum singa. Selain itu, setiap gerakan dari tari tradisional tersebut juga mirip dengan singa.

Sekilas tarian ini mirip dengan barongsai. Perbedaannya terletak pada tema yang dibawakan serta kostum para penari. Tari tradisional Singo Ulung merupakan tarian khas Bondowoso. Tari ini diciptakan oleh Kiai Singo Wulu yang merupakan tokoh masyarakat dan pendiri desa Blimbing di Bondowoso, Jawa Timur.

Pelaksanaan Tari Singo Ulung

tari singo ulung bondowoso

2020 Merdeka.com/eastjava.com

Singo Ulung dianggap sebagai perpaduan antara seni tari Topeng dan Ojung. Dikutip dari eastjava.com, tari ini dimainkan oleh dua orang penari yang mengenakan kostum singa berwarna putih. Selama keduanya menari, iringan musik tradisional khusus menyertainya.

Tari Singo Ulung rutin dipentaskan menjelang bulan suci Ramadan, yakni pada bulan Syakban bertepatan dengan pelaksanaan bersih desa.

Selain itu, tarian ini biasanya juga ditampilkan untuk menyambut tamu maupun dalam gelaran festival kebudayaan di Kabupaten Bondowoso.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP