Kisah dr. Corona Rintawan, Ditunjuk Jadi Ketua Tim Penanganan Corona

Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrohman menyatakan bahwa pemilihan dr. Corona Rintawan sebagai ketua tim bukan karena faktor kesamaan nama. Corona Rintawan merupakan spesialis kegawatdaruratan dari RS Muhammadiyah Lamongan. Ia juga menjadi Emergency Medical Team Muhammadiyah untuk misi Internasional.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kisah dr. Corona Rintawan, Ditunjuk Jadi Ketua Tim Penanganan Corona
Dokter Corona. ©2020 Merdeka.com/muhammadiyah.or.id

dr. Corona Rintawan ditunjuk PP Muhammadiyah sebagai ketua tim yang bertugas membantu menangani penyebaran virus corona di Indonesia. Penunjukan dr. Corona merupakan bagian dari akselerasi program yang dilakukan Muhammadiyah dalam penanganan wabah corona. Kamis (5/3), akselerasi program penanganan corona resmi dibentuk dengan nama “Muhammadiyah Covid-19 Command Center”.


Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrohman menyatakan bahwa pemilihan dr. Corona Rintawan sebagai ketua tim bukan karena faktor kesamaan nama. Corona Rintawan merupakan spesialis kegawatdaruratan dari RS Muhammadiyah Lamongan. Ia juga menjadi Emergency Medical Team Muhammadiyah untuk misi Internasional.

Asal Usul Nama Corona


Maraknya wabah corona membuat nama dokter yang kesehariannya bertugas di RS Muhammadiyah Lamongan itu menjadi bahan perbincangan. Hal itu terjadi di dunia nyata maupun di dunia maya. Di berbagai media sosial, nama dr. Corona ramai dibicarakan publik. Sementara itu, dalam dunia nyata, rekan-rekannya melemparkan candaan-candaan. Misalnya, ya ini virusnya, yang merujuk kepada sosok dr. Corona Rintawan.


Nama Corona ternyata terisnpirasi dari mobil yang terkenal di era 70-an. Awalnya, orang tua dr. Corona bingung saat akan memberi nama anak ketiganya itu. Pemberian nama dilakukan dengan urutan abjad. Nama anak pertama dan kedua secara berurutan dimulai dari huruf A dan B.

Sebagai anak ketiga, namanya harus berawalan dengan huruf C. Muncullah kata Corona yang saat itu dikenal sebagai nama mobil. Ditambah, ketika dicari arti kata Corona ternyata adalah mahkota.

Program Kerja Tim

dr. Corona Rintawan menyampaikan bahwa berbagai program yang dilakukan dalam rangka penanganan virus corona akan melibatkan potensi dan jejaring Muhammadiyah. Program yang dilakukan mulai dari pencegahan, skrining, dan tata laksana awal. Ia juga menjelaskan bahwasanya Muhammadiyah akan berusaha mengerahkan seluruh potensinya untuk membantu pemerintah mengatasi ancamana wabah corona.

Tindakan preventif yang akan dilakukan adalah sosialisasi dan pendampingan ke sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sosialisasi dan pendampingan di antaranya meliputi cara penggunaan masker yang benar, penggunaan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan, etika batuk dan bersin, serta melakukan deteksi dini. Termasuk prosedur untuk dosen, guru, mahasiswa dan siswa yang rencananya pulang dari kegiatan di luar negeri.

Dua Program Andalan

Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) memiliki dua program, yakni Safari (Sadar Faktor Risiko) dan Gemes (Gerakan Memberi Masker). Safari (Sadar Faktor Risiko) Covid -19 menjadi program pemberdayaan masyarakat dengan cara meningkatkan pemahaman dan kesadaran apakah dirinya merupakann kelompok risiko atau tidak.

Menurut, dr. Corona Rintawan, seperti dikutip merdeka.com dari muhammadiyah.or.id, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai keadaan dirinya akan mempermudah kerja pemerintah dalam melakukan tracking terhadap kelompok risiko. Selain itu, masyarakat diharapkan juga proaktif melakukan karantina secara mandiri.

Sementara Gemes (Gerakan Memberi Masker) Covid-19 adalah gerakan yang mendorong masyarakat memberikan masker kepada orang-orang yang mengidap flu. Kegiatan ini diharapkan mengubah egoisme menjadi kesediaan untuk peduli dan berbagi. Gerakan ini juga akan menekankan pentingnya menggunakan masker bagi orang sakit. Sementara orang yang kondisinya sehat tidak diperlukan menggunakan masker.

Selain kedua program itu, Muhammadiyah akan mengoptimalkan peran takmir masjid/mushola. Jamaah diedukasi untuk membiasakan diri membawa sajadah secara mandiri, menyempurnakan cuci tangan sesuai prosedur, serta menyarankan jamaah yang sedang sakit untuk sementara waktu tidak berjamaah di masjid.

Daftar RS Muhammadiyah Rujukan Kasus Corona

Ada 20 RS Muhammadiyah yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien terduga corona. 20 Rumah Sakit itu tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Semua Rumah Sakit itu telah meraih akreditasi paripurna atau bintang lima. Secara prosedur, mulai dari penanganan, dekontaminasi, sampai skenario kontigensi semua rumah sakit yang ditunjuk itu dinyatakan siap.

Berikut ini 20 Rumah Sakit Muhammadiyah yang bisa menjadi rumah sakit rujukan pasien terduga corona:

1. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

2. RS PKU Muhammadiyah Bantul

3. RS Muhammadiyah Lamongan

4. RS Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati

5. RS PKU Muhammadiyah Surakarta

6. RSI Muhammadiyah Kendal

7. RS PKU Muhammadiyah Gamping

8. RS PKU Muhammadiyah Wonosobo

9. RS PKU Muhammadiyah Gombong

10. RS PKU Muhammadiyah Roemani Semarang

11. RS Fatimah Banyuwangi

12. RS Univ Muhammadiyah Malang

13. RS Siti Khotijah Sepanjang Sidoarjo

14. RS Muhammadiyah Palembang

15. RS Muhammadiyah Metro Lampung

16. RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya

17. RSI Jakarta Cempaka Putih

18. RSI Jakarta Pondok Kopi

19. RS Aisyiyah Ponorogo

20. RS Aisyiyah Muntilan

Rekomendasi