Usia tak jadi halangan untuk terus menuntut ilmu.
Advertisement
Usia tak jadi halangan untuk terus menuntut ilmu
Barangkali ungkapan ini sangat cocok untuk menggambarkan semangat belajar Windiyati Nugroho. Meski sudah berusia 77 tahun, Windiyati berhasil menyelesaikan studi S-3 dengan sangat baik di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kelulusannya yang membanggakan ini membuat namanya mendadak viral. Berikut Merdeka telah merangkum deretan fakta sosoWindiyati Nugroho. Simak selengkapnya.
Advertisement
S-3 Teknologi Pendidikan
Selama menuntut ilmu di Unesa, Windiyati memilih mengambil jurusan Teknologi Pendidikan. Seolah sangat senang bisa melanjutkan pendidikan, Windiyati menyelesaikan studinya dengan baik. Ia tercatat sebagai wisudawan Unesa periode 108 dengan IPK terbaik.
Advertisement
IPK Nyaris Sempurna
Windiyati berhasil mencetak IPK nyaris sempurna, yakni 3.98 di usianya yang ke-77 tahun. Penelitian soal 'Pengembangan Paket Program E-Modul Penerapan Konsultasi dan Analisis Kulit Wajah untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Metakognitif bagi Peserta Didik di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pacific International Beauty Institute (PIBI) Surabaya' menjadi tugas akhir yang dikerjakannya.
Advertisement
"Saya sempat kaget, ternyata nilai saya paling tinggi dari yang lain. Suatu kesempatan yang istimewa diberikan Tuhan kepada saya," terang Windiyati tak percaya, mengutip dari unesa.ac.id.
Advertisement
Berangkat dari Keresahan
Windiyati memilih Teknologi Pendidikan lantaran dirinya resah dengan dunia pendidikan Tanah Air. Wanita kelahiran Solo, 27 Agustus 1946 ini prihatin lantaran kerap menemui generasi muda yang potensinya kurang memenuhi dunia industri.
Advertisement
Kuasai Bidang Kecantikan
Ketertarikan Windiyati terhadap dunia pendidikan dan kecantikan membuatnya melahirkan disertasi berupa e-modul. Ia berharap tugas akhirnya ini dapat menjadi alat edukasi yang baik terlebih di bidang kecantikan.
Advertisement
Pernah Jadi Jurnalis
Tak banyak yang tahu jika Windiyati sebenarnya adalah mantan jurnalis media ternama di Indonesia. Ia pernah bergabung sebagai penulis di Jawa Pos dan kemudian memilih fokus menimba ilmu di Unesa.