Miris Bocah SD di Situbondo Lukai Diri Sendiri Terinspirasi Konten Viral Medsos, Dispendik Tegaskan Orang Tua Wajib Jadi Teman Curhat Anak

Miris, seorang bocah SD di Situbondo mengaku ikut-ikutan tren viral media sosial dengan menyakiti diri sendiri.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Miris Bocah SD di Situbondo Lukai Diri Sendiri Terinspirasi Konten Viral Medsos, Dispendik Tegaskan Orang Tua Wajib Jadi Teman Curhat Anak
Anak sedih (Freepik jcomp)

Anak-anak rentan terpapar konten negatif di internet

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anak-anak rentan terpengaruh konten negatif di media sosial. Pasalnya, mereka belum memiliki kemampuan berpikir secara matang. Seperti halnya yang terjadi dengan seorang bocah SD di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

(Foto: Freepik)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bocah itu melukai tangannya sendiri dengan alasan ingin mengikuti tren yang sedang viral di media sosial. Beruntung, saat beraksi ia cepat ditemukan oleh pihak sekolah sehingga tidak terjadi luka fatal. 

(Foto: Freepik shayne_ch13.)

Tindak Lanjut

Usai peristiwa tersebut, pihak sekolah menggelar pertemuan dengan wali murid dan pihak kepolisian setempat. Kepala Sekolah, Sri Rahmatillah menyampaikan bahwa pertemuan dilaksanakan untuk menindaklanjuti temuan siswa yang melukai tangannya sendiri. Dia berharap tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.

Dok. Istimewa
Freepik

Sri menegaskan pentingnya kerja sama antara orang tua, sekolah, dan pihak kepolisian yang selama ini berperan dalam antisipasi perundungan.

(Foto: Freepik)

Anak Tidak Salah

Korwil Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan Situbondo Ririn Yunaini menegaskan, dalam kasus ini anak tidak boleh disalahkan.

Orang Tua Harus Dekat dengan Anak

Ririn menegaskan, orang tua atau guru harus mengajari anak tentang nilai positif dan negatif setiap hal. Mereka harus mendampingi anak-anak agar tidak mudah terjerumus pengaruh negatif.

"Para orang tua agar menyempatkan waktu untuk anak, meskipun hanya sebentar. Sehingga orang tua menjadi tempat curhat anak, bukan ke pihak lain,” ujarnya.

Dok. Istimewa
Freepik gpointstudio

Para guru diminta melakukan sidak setiap minggu untuk mendeteksi jika ada siswa yang menunjukkan sikap dan tingkah laku janggal. Sehingga jika ada masalah bisa segera teratasi.

(Foto: Freepik gpointstudio)

Tanggung Jawab Bersama

Kapolsek Situbondo Kota Iptu Harnowo menegaskan, perkembangan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pihak sekolah atau keluarga. Mengingat anak peka dan rentan mendapat pengaruh dari luar terutama media sosial.

Kepolisian mengimbau para orang tua selalu memberikan perhatian kepada putra putrinya.

“Ini penting sehingga apabila ada sesuatu hal terjadi, orang tua atau wali murid akan lebih paham dan cepat mengetahuinya,” tegas Kapolsek Kota Situbondo, dikutip dari liputan6.com (4/10/2023).

Iptu Harnowo menambahkan, orang tua perlu memperhatikan penggunaan media sosial atau HP pada anak-anak, caranya dengan melakukan pengawasan dan pembatasan penggunaannya.

Menurut Iptu Harnowo, ada sisi negatif dari akses informasi yang tidak terbatas di dunia maya.

“Tidak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting berikan pengertian dan perhatian kepada anak-anak agar tidak terjerumus hal negatif yang viral di media sosial," tandasnya.

Rekomendasi