Istrinya Meninggal Sebelum Dikukuhkan, Ini Momen Haru Pengukuhan Guru Besar Pasangan Suami Istri di UMM

Istrinya meninggal 3 minggu sebelum dikukuhkan, ini momen haru pengukuhan guru besar pasangan suami istri di UMM.

Astuti Dwi Ramadhani
Oleh Astuti Dwi Ramadhani - Reporter
Istrinya Meninggal Sebelum Dikukuhkan, Ini Momen Haru Pengukuhan Guru Besar Pasangan Suami Istri di UMM
Istrinya meninggal 3 minggu sebelum dikukuhkan, ini momen haru pengukuhan guru besar pasangan suami istri di UMM. (© 2024 merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Menuntut ilmu bersama hingga menjadi guru besar mungkin menjadi keinginan para akademisi. Hal ini juga dirasakan oleh Prof. Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU. ASEAN Eng.

Dosen di Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang ini pun hampir merasakan menjadi guru besar bersama istri tercintanya, Prof. Dr. Ir. Maftuchah, MP. Namun saat impian ini sudah di depan mata, ia justru harus kehilangan sang istri sebelum pengukuhan guru besar.

Momen haru pengukuhan yang dilaksanakan pada Sabtu (9/3) ini diunggah @ummcampus pun viral dan menuai perhatian warganet.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Di awal video, Prof. Aris tampak duduk di acara pengukuhan guru besar. Namun di momen yang ditunggu-tunggu ini, ia hanya bisa duduk bersebelahan dengan foto istrinya yang seharusnya juga dikukuhkan bersamaan.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Diketahui, Prof. Maftuchah meninggal dunia tiga minggu sebelum acara pengukuhan ini. Prof. Maftuchah dikenal sebagai dosen Agroteknologi di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Selama ini, pasangan suami istri ini berjuang bersama untuk menjadi guru besar.

Selama ini, pasangan suami istri ini berjuang bersama untuk menjadi guru besar.
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun sayangnya, akhirnya Prof. Aris harus dikukuhkan tanpa adanya sang istri di sisinya. Di momen ini, Prof. Aris juga memberikan pidato singkatnya di depan banyak orang.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Namun, Sidang Senat Terbuka pengukuhan tetap menghadirkan mendiang Maftuchah. Fotonya ada di tempat yang seharusnya diduduki, sementara wajah dan suaranya turut ditampilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membacakan orasi ilmiahnya.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Diwakilkan Sang Anak

Pada sesi foto dan ucapan selamat, Prof. Maftuchah diwakili oleh putranya yang membawa fotonya bersama Prof. Aris Winaya yang juga dikukuhkan sebagai guru besar. Rasa bangga, haru dan duka bercampur aduk bagi suami dan anaknya.

TikTok

Bikin Haru

"Gakenal tp nangis bgt," tulis seorang warganet ikut merasa sedih.
"Innalillahi, husnul khotimah Prof. Maftuchah," tulis warganet lain ikut berduka.
"Ya Allah sedih banget, perjuangan mereka buat menjadi guru besar itu lama banget. ya Allah sedih banget," ujar warganet.
"Aku gak tau beliau siapa tapi aku nangis melihatnya. Masyaallah bapak ibu njenengan sangat menginspirasi sekali," ujar warganet lain.

Rekomendasi