Begal Menyamar Sales Minyak Aniaya Karyawan Toko, Waspadai Modusnya

Seorang pegawai toko kelontong di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dihajar komplotan begal yang menyamar sebagai sales minyak goreng. Waspadai kronologinya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Begal Menyamar Sales Minyak Aniaya Karyawan Toko, Waspadai Modusnya
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Kurrotul Aini (40), seorang pegawai toko kelontong di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dihajar komplotan begal yang menyamar sebagai sales minyak goreng.

Insiden itu bermula saat pemilik toko kelontong tempat Aini bekerja mendapatkan tawaran minyak goreng murah dari orang yang mengaku sebagai sales. Pelaku mendatangi toko korban untuk menawarkan minyak goreng dan tawaran tersebut diterima oleh pemilik toko.

Pemilik toko kemudian meminta Aini mengambil minyak goreng di tempat yang dijanjikan pelaku. Saat itu, Aini dibekali uang Rp1,5 juta oleh pemilik toko untuk keperluan membayar minyak goreng. Alih-alih membawa pulang minyak goreng seperti yang dijanjikan, Aini justru jadi korban penganiayaan dan perampasan uang.

Kronologi Kejadian

Pelaku awalnya mendatangi toko tempat Aini bekerja. Di sana, pelaku mengenalkan diri sebagai sales minyak goreng dan menawarkan barang dengan harga murah. Pemilik toko sepakat membeli minyak goreng tersebut.

Saat itu, pelaku mengaku bahwa stok minyak goreng berada di Desa Penatar Sewu. Pemilik toko akhirnya menugaskan Aini pergi ke tempat tersebut bersama pelaku.

"Sales itu bilang, jika ingin beli minyak goreng, langsung disuruh ke agen yang berada di Penatar Sewu. Aini langsung diberi uang Rp1,5 juta rupiah oleh NA (pemilik toko), untuk membeli minyak goreng," terang seorang warga setempat, Nur, dikutip dari akun Instagram @beritaseputarsidoarjo, Kamis (23/3/2023).

Pada perjalanan menuju tempat yang disebut itulah, pelaku yang merupakan komplotan begal merampas uang yang dibawa Aini serta menganiayanya hingga babak belur. 

Kondisi Korban

Tak berselang lama usai Aini dan pelaku meninggalkan toko kelontong di Desa Banjarpanji, pemilik toko mendapat kabar jika pekerjanya menjadi korban perampasan dan tengah berada di puskesmas karena mengalami luka lebam.

Bahkan, oleh pihak puskesmas, Aini kemudian dirujuk ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif. 

Kepala IGD RSUD Sidoarjo Ivan Setiyawan mengungkap, Aini mengalami bengkak pada mata kiri dan luka lecet di tangan serta kakinya. Beruntung, kini kondisinya sudah membaik dan stabil.

Menindaklanjuti perampasan dan kekerasan yang terjadi, korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Sidoarjo.

"Laporan sudah kita terima, dan perkara tersebut dalam penyelidikan petugas," jelas Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono.

Rekomendasi