Autisme atau yang biasa dikenal dengan autis adalah kondisi yang berkaitan dengan perkembangan otak sehingga berdampak pada bagaimana seseorang memandang dan bersosialisasi dengan orang lain. Hal tersebut menyebabkan masalah dalam interaksi sosial dan cara mereka saat berkomunikasi.
Penyandang autisme mengalami perbedaan dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial. Selain itu, perilaku mereka seringkali berulang atau juga dapat sangat terfokus pada hal tertentu.
Penyandang autis cenderung mengalami perbedaan dengan indera mereka sehingga memengaruhi cara mereka memahami dan menanggapi lingkungan mereka. Melansir dari berbagai sumber, berikut rangkuman mengenai kondisi autisme:
Advertisement
Autis juga disebut sebagai Autism Spectrum Disorder (ASD). Istilah spektrum mengacu pada berbagai karakteristik, keterampilan, dan kemampuan yang dimiliki oleh penyandang autis.
Oleh sebab itu, antara penyandang autis satu dengan yang lainnya tidak akan pernah memiliki kondisi yang sama persis, masing-masing dari mereka berbeda dalam segi kebutuhan juga cara menanganinya.
Beberapa orang dengan autisme mungkin memerlukan dukungan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka, sementara yang lain mungkin dapat hidup mandiri sepenuhnya.
Meskipun karakteristik penyandang autis kadang kala menjadi suatu tantangan, penting untuk digaris bawahi bahwa penyandang autis juga memiliki keterampilan dan kemampuan yang unik.
Advertisement
Seperti yang telah diketahui, bahwa autis adalah suatu kondisi yang menyangkut perkembangan. Gejala autisme biasanya muncul pada saat menginjak usia 2 - 3 tahun.
Beberapa keterlambatan perkembangan dapat muncul lebih awal, bahkan saat usia 18 bulan. Tanda-tanda autisme sering muncul di awal perkembangan saat terjadi keterlambatan yang jelas dalam keterampilan bahasa dan interaksi sosial.
Perlu dilakukan tes perkembangan untuk mengidentifikasi terkait keterlambatan dalam keterampilan kognitif, bahasa dan sosial, apabila anak mengalami kondisi di bawah ini:
-
Tidak menanggapi dengan senyum atau ekspresi bahagia selama 6 bulan
-
Tidak meniru suara atau ekspresi wajah selama 9 bulan
-
Tidak berceloteh selama 12 bulan
-
Tidak memberi isyarat selama 14 bulan
-
Tidak mengatakan satu kata pun dalam 16 bulan
-
Tidak bermain berpura-pura menjadi sesuatu pada usia 18 bulan
-
Tidak mampu mengatakan frasa dua kata pada 24 bulan
-
Kehilangan keterampilan bahasa atau keterampilan sosial pada usia berapa pun
Sedangkan menurut National Institute of Mental Health, beberapa perilaku umum pada penyandang autis adalah sebagai berikut:
Berkaitan dengan perilaku komunikasi/interaksi sosial yang mencakup:
-
Membuat kontak mata sedikit atau tidak konsisten
-
Tampak tidak melihat atau mendengarkan orang yang sedang berbicara
-
Jarang berbagi minat, emosi, atau kenikmatan objek atau aktivitas (termasuk jarang menunjuk atau menunjukkan sesuatu kepada orang lain)
-
Tidak menanggapi atau lambat menanggapi nama seseorang atau tawaran verbal lainnya untuk mendapatkan perhatian
-
Mengalami kesulitan dengan bolak-balik percakapan
-
Sering berbicara panjang lebar tentang subjek favorit tanpa menyadari bahwa orang lain tidak tertarik atau tanpa memberi orang lain kesempatan untuk merespons
-
Menampilkan ekspresi wajah, gerakan, dan gerak tubuh yang tidak sesuai dengan apa yang dikatakan
-
Mengalami kesulitan memahami sudut pandang orang lain atau tidak dapat memprediksi atau memahami tindakan orang lain
-
Kesulitan menyesuaikan perilaku dengan situasi sosial
-
Kesulitan berbagi dalam permainan imajinatif atau dalam berteman
Menyangkut perilaku yang berulang, mencakup:
-
Mengulangi perilaku tertentu atau memiliki perilaku yang tidak biasa, seperti mengulangi kata atau frasa
-
Memiliki minat yang kuat dan langgeng pada topik tertentu, seperti angka, detail, atau fakta
-
Memperlihatkan minat yang terlalu terfokus, seperti dengan objek bergerak atau bagian objek
-
Menjadi kesal dengan sedikit perubahan dalam rutinitas dan mengalami kesulitan dengan transisi
-
Menjadi lebih sensitif atau kurang sensitif daripada orang lain terhadap input sensorik, seperti cahaya, suara, pakaian, atau suhu
Sebagian orang autis memiliki kondisi lain yang menyertainya, seperti gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), disleksia, gangguan kecemasan, depresi, kesulitan tidur, hingga epilepsi.
Advertisement
Tidak dapat diketahui dengan pasti penyebab autisme pada seseorang karena autis adalah spektrum yang sangat luas. Para peneliti tidak mengetahui penyebab utamanya, akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa gen seseorang dapat berpengaruh pada perkembangan yang mengarah pada autisme.
Beberapa faktor yang dapat menjadi pengaruh dalam peningkatan kemungkinan autis adalah sebagai berikut:
-
Jenis kelamin anak
Anak laki-laki memiliki peluang sekitar empat kali lebih besar dalam mengembangkan gangguan spektrum autisme daripada anak perempuan.
-
Sejarah keluarga
Keluarga yang memiliki satu anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki peningkatan risiko memiliki anak lain dengan gangguan tersebut. Juga tidak jarang orang tua atau kerabat anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki masalah kecil dengan keterampilan sosial atau komunikasi itu sendiri atau terlibat dalam perilaku tertentu yang khas dari gangguan tersebut.
-
Usia orang tua
Terdapat indikasi adanya hubungan antara anak-anak yang lahir dari usia orang tua yang lebih tua dan gangguan spektrum autisme, para ahli masih meneliti lebih lanjut.
-
Gangguan lainnya
Anak-anak dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko gangguan spektrum autisme atau gejala mirip autisme yang lebih tinggi dari biasanya. Contohnya:
- Sindrom fragile X atau down sindrom, yakni gangguan bawaan yang menyebabkan masalah intelektual
- Tuberous sclerosis, yang merupakan suatu kondisi di mana tumor jinak berkembang di otak
- Sindrom Rett, yakni kondisi genetik yang terjadi hampir secara eksklusif pada anak perempuan, yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan kepala, kecacatan intelektual dan hilangnya penggunaan tangan yang disengaja.
- Bayi yang sangat prematur, apabila lahir sebelum usia kehamilan 26 minggu mungkin memiliki risiko gangguan spektrum autisme yang lebih besar.
Advertisement
Orang autis adalah orang yang memiliki berbagai tingkat kecerdasan, bahkan beberapa orang autis memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Sebagian dari mereka memiliki ketidakmampuan dalam belajar sehingga sulit untuk menjaga diri mereka sendiri dan membutuhkan bantuan dengan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk mencari cara penanganan sesegera mungkin, semakin dini diagnosis maka semakin cepat perawatan dalam menanganinya dimulai.
Penyedia layanan kesehatan dapat memberikan resep obat untuk mengobati gejala tertentu sehingga mengurangi peluang terjangkitnya penyakit lain bagi penyandang autisme seperti masalah pada iritabilitas, agresi, perilaku berulang, hiperaktif, masalah perhatian, juga kecemasan dan depresi.
Berikut adalah beberapa tips untuk memulai pengobatan pada autisme:
-
Hubungi penyedia layanan kesehatan, departemen kesehatan setempat, sekolah, atau kelompok autisme untuk mempelajari tentang program khusus atau pengobatan lainnya.
-
Temukan kelompok pendukung autisme, dengan berbagi informasi dan pengalaman dapat membantu orang-orang autisme. Mulai dari cara dalam mengasuh, pilihan perawatan, hingga program terkait autisme.
-
Rekam dan catat percakapan dan pertemuan dengan penyedia layanan kesehatan. Informasi yang terkumpul dapat membantu untuk memutuskan program dan layanan mana yang sesuai.
-
Simpan salinan laporan dan evaluasi perawatan kesehatan. Informasi ini dapat membantu orang dengan autisme dalam memenuhi syarat pada program khusus.
Advertisement
Penyandang autis tidak mengidap suatu penyakit, hanya saja peran otak dalam tubuh mereka bekerja dengan cara yang berbeda dari orang lain, sehingga Autisme bukanlah kondisi medis dengan perawatan atau "penyembuhan". Tetapi beberapa di antara mereka membutuhkan dukungan untuk membantu mereka dalam menangani hal-hal tertentu.
Autis adalah kondisi seumur hidup. Dengan dukungan yang tepat dan disesuaikan sesuai kondisi, baik anak-anak maupun orang dewasa dengan Autisme dapat membuat kemajuan yang signifikan dan menjalani kehidupan yang baik. Dengan kata lain, sangat penting bagi penyandang autisme untuk memiliki akses terhadap layanan spesialis yang memahami kebutuhan mereka dan berpengalaman dalam mengembangkan keterampilan dan kelebihan mereka.
Menjadi autis bukan berarti tidak memiliki kehidupan yang baik. Layaknya semua orang, penyandang autis memiliki harapan dan hal-hal yang mereka kuasai. Mereka juga dapat berteman, menjalin hubungan, dan melakukan pekerjaan, bahkan beberapa di antara mereka mampu mempelajari berbagai hal secara detail dan mengingat informasi untuk jangka waktu yang lama, kemampuan visual dan pendengaran yang kuat, unggul dalam matematika, sains, musik, atau seni,
Penulis: Ayu Rosiana Angelia