Kepergian K.H. Sholahudin Wahid (Gus Sholah) sudah 1.000 hari berlalu. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku sangat kehilangan sosok beliau.
Mantan Bupati Trenggalek itu mengungkapkan bahwa legacy atau warisan Gus Sholah akan ia dan Khofifah lanjutkan dalam menjalankan amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
"Kami hadir mewakili Ibu Gubernur dan kami di Jatim bangga memiliki sosok seperti almarhum (Gus Sholah). Legacy beliau InsyaAllah akan terus kami lanjutkan dalam perjalanan di Jawa Timur dan siapapun yang nanti akan meneruskan," ungkap Emil melalui siaran pers tertulis, Minggu (30/10/2022).
Advertisement
Rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Gus Sholah dirasakan Emil karena dirinya dan Khofifah menganggap beliau seperti orang tua yang mengawal perjalanan keduanya sebagai pemimpin Jawa Timur.
"Setelah kami dipilih dan sebelum dilantik, Bu Khofifah mengatakan bahwa nanti kami bertugas pasti sibuk sendiri-sendiri, tapi harus punya orang tua yang sama. Itu yang disebut di antaranya ya Gus Sholah," terangnya.
Suami Arumi Bachsin itu pun mengaku kangen pada Gus Sholah dengan mengenang momentum-momentum kebersamaannya.
"Amat sangat kehilangan, 1.000 hari sudah berlalu, tidak terasa. Rasanya masih kemarin keluar Tol Jombang ke Tebuireng dan berdiskusi berbagai macam dengan almarhum, kami sangat kangen, tapi hari ini InsyaAllah kita tersambung dengan doa," kata Emil, dikutip dari Antara.
Advertisement
Ayah dua anak itu juga mengungkapkan perhatian dari sosok Gus Sholah kepada Gubernur Khofifah dan dirinya. Dia ingat pesan yang pernah disampaikan Gus Sholah.
"Beliau sangat spesifik dan perhatian terhadap kami. Beliau juga selalu mengingatkan bahwa bukan hanya soal menang tapi juga menjabat dengan baik," tuturnya.
Emil mengaku akan terus menjalankan apa yang menjadi ajaran dan nasihat salah satu kiai ternama di Jawa Timur itu.
"Saya merasa sangat bahagia disebut sebagai santri beliau. Tugas saya bukan hanya menjalankan apa yang menjadi ajaran dan wejangan, tapi juga terus mendoakan kiai," kata dia.
Wakil Gubernur Jawa Timur itu berharap masyarakat juga mengenang sosok Gus Sholah dengan meneruskan apa yang menjadi cita-cita beliau.
"Mudah-mudahan beliau selalu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta semua keluarga yang ditinggalkan terus meneruskan legacy dan cita-cita beliau, juga diberikan kebahagiaan dan kesehatan," harapnya.
Advertisement
Adapun, acara 1.000 hari wafatnya Gus Sholah yang digelar di Halaman Rumah Sakit Hasyim Asy'ari Tebuireng, Kabupaten Jombang, juga dihadiri Menko Polhukam RI Mahfud MD.
Mahfud mengungkapkan, banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari perjalanan hidup Gus Sholah.
"Beliau punya konsistensi di dalam perjuangan. Semua orang pasti punya ide, tapi Gus Sholah punya ide dan selalu konsisten menjalankannya. Beliau adalah teladan bagi generasi selanjutnya dan bagi kita semua. Kita contoh beliau, InsyaAllah Indonesia akan baik," tuturnya.
Selain dikenal sebagai kiai, putra ketiga dari pasangan K.H. Wahid Hasyim dengan Nyai Sholichah itu merupakan aktivis dan politisi. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998.
Adik kandung Gus Dur itu juga merupakan tokoh HAM (Hak Asasi Manusia). Salah satu peran pentingnya adalah ikut serta meredam konflik Ambon-Poso dan menjadi tokoh lintas agama.