3 Fakta Napi Meninggal di Lapas Kediri, Dikeroyok Sesama Tahanan

Seorang narapidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sesama narapidana.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
3 Fakta Napi Meninggal di Lapas Kediri, Dikeroyok Sesama Tahanan
Ilustrasi penjara. ©shutterstock.com

Seorang narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sesama narapidana. Korban diduga dikeroyok beberapa napi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi menjelaskan, saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus meninggalnya seorang napi tersebut.

"Benar kejadiannya Sabtu (29/10). Korban dikeroyok teman sesama napi," tutur Wahyudi.

Saat berita ini ditulis, Polres Kediri telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berujung meninggalnya salah seorang narapidana itu.

"Anggota telah melakukan penyelidikan dan keterangan saksi. Kami tetapkan tiga orang sebagai tersangka," terang Wahyudi, dikutip dari Antara.

Adapun, Kapolres Kediri mengaku belum bisa memberikan pernyataan lebih detail terkait kasus meninggalnya seorang narapidana di wilayah hukumnya. Pasalnya, saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, Bagian Hubungan Masyarakat Lapas Kelas II A Kediri Anton Prabowo Wicaksono membenarkan bahwasanya napi yang tewas merupakan korban pengeroyokan. Korban berinisial M itu merupakan warga Kabupaten Kediri.

Kejadian itu berlangsung pada Sabtu (29/10) siang. Saat itu, petugas melakukan pemeriksaan ruangan dan mendapati suasana hening.

Namun, petugas menilai ada gerak-gerik mencurigakan sehingga langsung menuju ke Blok B10 yang merupakan lokasi napi khusus narkoba. Di lokasi itulah, korban ditemukan sudah dalam kondisi kritis.

Korban mengalami luka di kepala dan petugas menemukan benjolan. Selanjutnya, korban dibawa ke klinik Lapas kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara, Kota Kediri. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Korban mengalami luka di bagian kepala, ada darah dan bengkak. Kami bawa ke RS Bhayangkara siang itu juga dan meninggal di rumah sakit," ujar Anton.

Pihak Lapas Kelas II A Kediri langsung berkoordinasi dengan Polres Kediri Kota untuk menangani kasus pengeroyokan napi. Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian pengeroyokan itu berawal dari ejekan.

Anton menambahkan, pihak lapas akan lebih mengintensifkan pengawasan dengan memperketat penjagaan.

"Kami lebih perketat penjagaan. Ada CCTV yang terpasang di setiap blok. Untuk tindakan lapas, kami sudah serahkan ke polisi (kasus pengeroyokan hingga korban tewas)," tegasnya.

Rekomendasi