Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat setempat untuk menjauhi rentenir. Pasalnya, rentenir menerapkan sistem renten atau pembayaran berlebihan yang dinilai merugikan.
"Dari perjalanan ke berbagai daerah, pelaku usaha ultra mikro paling rentan kemungkinan terjerat renten. Kami harapkan ada bantuan ekonomi pelaku usaha ultra mikro, sehingga mereka bisa terjauhkan dari renten," ungkap Gubernur Khofifah saat menghadiri pelantikan PC Muslimat NU Kota Kediri di PP Al Amien, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, Minggu (16/10/2022).
Adapun, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim memiliki program bantuan untuk pelaku usaha ultra mikro senilai Rp500.000. Gubernur Khofifah mengungkapkan, bantuan usaha utuk pelaku usaha ultra mikro itu dimungkinkan belum cukup untuk mengembangkan usaha mereka.
Advertisement
Program Pemprov Jatim
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mempunyai program pengajuan kredit usaha untuk ultra mikro dan UMKM dengan bunga 3 persen dalam satu tahun.
"Pemprov mempunyai program dengan bunga setahun 3 persen di Bank UMKM Jatim. Ini untuk pelaku usaha mikro dan ultra mikro, maksimal hanya boleh (pinjam) Rp10 juta," ungkap mantan Mensos RI itu, dikutip dari ANTARA.
Pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan hingga akhir tahun mencapai Rp7,5 miliar untuk membantu pelaku usaha ultra mikro dan UMKM di Provinsi Jawa Timur.
Program ini diharapkan bisa menjauhkan masyarakat dari jeratan renten. Pelaku usaha mikro dan ultra mikro juga tidak perlu khawatir terkait jaminan.
Advertisement
Kolaborasi
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen termasuk organisasi masyarakat untuk merealisasikan program yang digagas pemerintah. Organisasi masyarakat seperti Muslimat NU adalah social capital yang menjadi potensi efektif dari layanan kemasyarakatan.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menambahkan, kolaborasi merupakan hal yang penting. Misalnya, saat pandemi Covid-19 terjadi, Muslimat NU disebut banyak membantu Pemkot Kediri.
Kolaborasi dapat dilakukan melalui beragam program, mulai penanaman bibit pohon, pendidikan, penanganan kekerasan pada anak dan perempuan, dan lain sebagainya.
"Ke depan kami ingin banyak hal yang bisa dikolaborasikan dengan Muslimat NU. Misalnya saat imunisasi anak. Kami ingin sinergi lebih baik lagi," kata Wali Kota.
Pada acara pelantikan PC Muslimat NU Kota Kediri juga dilakukan penyerahan santunan untuk 10 anak yatim, bantuan zakat produktif untuk modal usaha pelaku usaha ultra mikro dan bantuan bibit pohon.