Fakta Terbaru Wisata Kuliner di Gerbong Kereta Madiun, Desainnya Unik dan Artistik

Pembuatan empat gerbong yang akan digunakan sebagai tempat wisata kuliner berkonsep kereta api (KA) di Jalan Bogowonto, Kota Madiun, terus dikebut. Desainnya unik dan artistik. Ini fakta terbarunya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Fakta Terbaru Wisata Kuliner di Gerbong Kereta Madiun, Desainnya Unik dan Artistik
Serangan Rusia di Ukraina. ©FADEL SENNA/AFP

Pembuatan empat gerbong yang akan digunakan sebagai tempat wisata kuliner berkonsep kereta api (KA) di Jalan Bogowonto, Kota Madiun, Jawa Timur, terus dikebut oleh PT Industri Kereta Apia tau INKA (Persero).

Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (SM TJSL) dan Stakeholder Relationship PT INKA (Persero), Bambang Ramadhiarto mengungkapkan, saat ini progres pembuatan gerbong untuk wisata kuliner dalam tahap perancangan desain.

"Kereta ini beda dengan kereta penumpang biasanya. Jadi kami berusaha agar desain keretanya antik dan artistik," tutur Bambang Ramadhiarto di Madiun, Rabu (13/4).

Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Pihaknya berharap gerbong tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, namun tetap nyaman untuk kereta makan dan kereta rapat VIP. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan proses desain yang lebih intensif.

Selain menunggu desain selesai, kata Bambang, PT INKA juga mulai mengumpulkan material dan komponen-komponen yang akan dipakai. Harapannya, proses pembuatan gerbong untuk wisata kuliner bisa langsung jalan setelah desain jadi.

"Sambil proses pembuatan desain, kita juga mulai mengumpulkan komponen-komponen. Prinsipnya, semua on progres," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Kawasan Ekonomi Baru

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berencana membangun kawasan ekonomi baru di Jalan Bogowonto dengan membangun sentra wisata kuliner berkonsep kereta api serta wisata edukasi tentang kereta kuno.

Pengembangan sentra wisata kuliner berkonsep kereta api itu merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Madiun, PT KAI (Persero), dan PT INKA (Persero).

"Kawasan ini dipilih karena Jalan Bogowonto memiliki sejarah besar. Kami ingin mengangkat sejarah tempo dulu tentang perkeretaapian agar tidak hilang," tutur Wali Kota Madiun Maidi.

Dalam pengembangan sentra wisata kuliner tersebut, masing-masing pihak memiliki peran tertentu. INKA berperan membuat gerbong wisata, KAI berperan mengangkat jalur rel kereta api di kawasan Jalan Bogowonto yang sudah tidak aktif, sementara Pemkot Madiun berperan sebagai pengelola kawasan ekonomi baru tersebut.

Pemkot Madiun sendiri mendapat sumbangan lokomotif kereta dari PG Redjo Agung Baru. Pasalnya, gerbong saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai sentra wisata kuliner berkonsep kereta api.

Ke depan, keberadaan sentra wisata kuliner berkonsep kereta di Jalan Bogowonto diharapkan semakin menguatkan citra baru Kota Madiun sebagai kota tujuan wisata belanja dan kuliner, bukan hanya sebagai kota transit.

Rekomendasi