Menurut Penelitian, Dua Dosis Vaksin Pfizer Beri Perlindungan 70% Rawat Inap Omicron

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kesehatan swasta kesehatan terbesar di Afrika Selatan, Discovery Health, Dua dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech disebut memberikan perlindungan hingga 70% terhadap risiko rawat inap di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menurut Penelitian, Dua Dosis Vaksin Pfizer Beri Perlindungan 70% Rawat Inap Omicron
Ilustrasi vaksin pfizer. ©2021 Merdeka.com/pixabay

Terdeteksinya varian baru COVID-19 Omicron di Afrika Selatan kini menjadi perhatian dunia. Apalagi WHO mengungkapkan, jika varian Omicron sudah terdeteksi setidaknya di 77 negara. WHO juga menegaskan agar masyarakat tidak meremehkan kehadiran varian ini meski sudah melakukan vaksin.

Badan Kesehatan Dunia tersebut juga menegaskan jika varian baru satu ini memiliki penyebaran yang lebih cepat dari varian sebelumnya. Terdeteksinya varian Omicron membuat kasus Covid-19 di Afrika Selatan meningkat. Meski begitu, pemerintah setempat tetap mengupayakan pencegahan secara maksimal. Salah satunya dengan vaksinasi maksimal.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kesehatan swasta kesehatan terbesar di Afrika Selatan, Discovery Health, Dua dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech disebut memberikan perlindungan hingga 70% terhadap risiko rawat inap di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, para penelitian mengungkapkan hasil tersebut belum bisa dijadikan acuan secara global karena sample yang diambil masih terlalu dini. Dilansir dari latimes.com, meski menunjukkan hasil positif, namun penelitian tentang seberapa efektifnya vaksin pfizer pada varian Omicron masih terus dikembangkan.

Hingga saat ini, Indonesia masih belum melaporkan adanya kasus positif COVID-19 dengan varian Omicron. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan jika pemerintah sudah mengambil langkah untuk melakukan pencegahan agar Omicron tidak masuk ke Indonesia.

Seperti laporan dari WHO, beberapa negara memang sudah terdeteksi Omicron. Tak terkecuali beberapa negara di Asia, termasuk negara tetangga, Malaysia. Untuk mengantisipasi masuknya varian Omicron sejak dini, pemerintah memperketat syarat kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia.

"Jadi, kalau strategi kita sekarang mengetatkan orang luar masuk ke dalam negeri itu ada alasannya. Karena kita tidak mau omicron masuk," ungkapnya dalam Webinar Arah Bisnis 2022, Rabu (15/12).

Menko Luhut mengungkapkan, langkah tersebut penting dilakukan agar progres positif Indonesia dalam menangani pandemi terus terjaga. Meski memiliki penyebaran yang lebih cepat dari varian sebelumnya, namun varian Omicron disebut bukan virus mematikan. Namun, bukan berarti harus disepelekan.

Menko Luhut juga meminta masyarakat untuk mendukung dan mempercayai setiap keputusan yang diambil pemerintah. Pasalnya, segala keputusan yang diambil sudah melewati perhitungan secara matang dan melibatkan para ahli.

"Oleh karena itu, jangan merasa berandai-andai lebih pintar. Kita melihat dari semua angle. Inilah keputusan yang terbaik saat ini," tegasnya.

Reporter: Azizta Laksa Mahardikengrat

Rekomendasi