Menilik Masa Kecil Bung Karno, Sakit-sakitan hingga Alasan Pakai Peci Miring

Soekarno kecil pernah sakit-sakitan hingga namanya diganti. Begini kisah selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Menilik Masa Kecil Bung Karno, Sakit-sakitan hingga Alasan Pakai Peci Miring
Presiden Soekarno. ©2021 Merdeka.com/Perpusnas Indonesia

Presiden pertama RI, Soekarno tumbuh dalam pengasuhan seorang ayah angkat bernama RM Soemosewoyo. Selama itu, Bung Karno tinggal di rumah yang berada di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sosok ayah angkat Bung Karno ini tidak banyak diulas dalam sejarah terkait Presiden pertama RI itu. Namun, pihak keluarga membenarkan bahwa Bapak Proklamator RI itu pernah mengalami masa kecil dalam pengasuhan RM Soemosewoyo.

“Kami pernah dengar soal cerita ayah angkat BK dari mama (Rachmawati, red). Sehingga kami yakin rumah ini bagian dari masa kecil BK,” tutur Mahardika Soekarnoputro, salah satu cucu Bung Karno, saat mengunjungi rumah kecil kakeknya di Kediri, Minggu (25/8/2013).

Rumah kecil Bung Karno itu dikenal dengan sebutan Ndalem petilasan Pojok. Salah satu keturunan RM Soemosewoyo, RM Soeharyono menceritakan bahwa Bung Karno diasuh ayah angkatnya saat berusia dua tahun.

Dalam masa pengasuhan tersebut, RM Soemosewoyo juga mengganti nama Koesno menjadi Soekarno.  

“Waktu kecil BK dulu sakit-sakitan sehingga namanya diganti dan diambil anak angkat,” ujar RM Soeharyono, dikutip dari disperpusip.jatimprov.go.id.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh ndalempojok (@situsbungkarno.ndalempojok)

Selain itu, RM Soeharyono juga menceritakan fakta lain mengenai Bung Karno yang selama ini belum banyak diketahui publik.

“Mengapa BK kalau pakai peci miring? Itu dilakukan untuk menutupi bekas luka di jidatnya,” imbuhnya.

Luka pada jidat Soekarno dikarenakan ia pernah terjatuh saat memanjat pohon beringin di halaman rumah. Saat beranjak remaja, kawasan berudara sejuk di bawah pohon beringin itu menjadi salah satu tempat favoritnya melakukan orasi.

Selain itu, semasa kecil Bung Karno diceritakan sering ikut menggembala kerbau ke sawah bersama kawan-kawan sebayanya.

Baca Juga PDIP Dorong Prabowo Terapkan Geopolitik Soekarno Hadapi Krisis Global

Dua kamar di bagian depan Ndalem petilasan Pojok menjadi tempat tidur Soekarno kecil dan remaja. Sementara satu kamar di bagian belakang rumah biasa menjadi tempat tidur Soekarno saat ia sudah menjadi presiden.

“Mudah-mudahan rumah yang merupakan bagian situs peninggalan BK ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Yayasan Bung Karno sendiri akan ikut aktif memperjuangkannya,” ungkap Mahardika.

Baca Juga Semarak Bulan Bung Karno 2026 Bali: Pemprov Hidupkan Jiwa Proklamator Lewat Lomba Kreatif
      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh ndalempojok (@situsbungkarno.ndalempojok)

Ndalem petilasan Pojok sendiri mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2013. Banyak pengunjung yang datang dengan tujuan ingin menyepi.

Suratmi, salah satu pewaris Ndalem “Rumah ini dibuka sejak 2013, tapi diresmikan pada 2015. Pengunjungnya masyarakat, pecinta Bung Karno.

Mereka datang berdoa dan orang spiritual biasanya ikut doa. Kadang di sini dan di belakang kayak semedi," ujar Suratmi, salah satu pewaris Ndalem petilasan Pojok, seperti dilansir Kominfo Jatim.

Baca Juga Hasto PDIP Ajak Buruh Perkuat Persatuan Hadapi Tantangan Ekonomi dan Perjuangkan Kesejahteraan
Rekomendasi