Rutin Salat dan Makan Bareng, Ini Kenangan Manis Mahfud MD dan Hakim Artidjo Alkostar

Menkopolhukam Mahfud MD memiliki banyak kenangan tak terlupakan dengan mendiang hakim Artidjo Alkostar. Sewaktu di Amerika Serikat, keduanya rutin janjian Salat Jumat dan makan siang bersama di restoran Asia atau India. Begini kisah selengkapnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Rutin Salat dan Makan Bareng, Ini Kenangan Manis Mahfud MD dan Hakim Artidjo Alkostar
Kenangan Mahfud MD dengan Artidjo Alkostar. ©2021 Merdeka.com/Instagram @mohmahfudmd

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mohammad Mahfud MD mengenang masa-masa kebersamaannya dengan hakim Artidjo Alkostar.

Melalui akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, Senin (01/03/2021), Mahfud menceritakan kenangannya selama melakukan disertasi di Amerika Serikat. Sosok Artidjo Alkostar-lah yang banyak membantunya kala itu.

Saat itu, November 1990, Mahfud berangkat ke Amerika sekitar sebagai peneliti akademik di Universitas Columbia, New York. Tujuan Mahfud ke Amerika Serikat ialah untuk menulis disertasi mengenai Politik Hukum di Indonesia.

Mafhud yang saat itu terdaftar di Program Doktor Universitas Gadjahmada mendapatkan beasiswa penulisan disertasi untuk Sandwich Program ke Amerika melalui program penelitian perpustakaan di Pusat Studi Asia, Universitas Columbia.

Urusan-urusan saya di Amerika relatif lancar dan mudah karena di sana sdh ada Mas Artidjo Alkostar yang menjemput dan mengatur tempat tinggal dan urusan administrasi saya,” tulis Mahfud di akun instagramnya.

Saat itu, Artidjo bekerja sebagai volunter di Asia Watch yang dipimpin oleh Sydney Jones di New York. Selama delapan bulan di New York, Mahfud dan Artidjo memiliki agenda rutinan.

Kalau hari Jumat kami janjian ketemu di masjid untuk salat Jumat di Islamic Center. Kalau Sabtu kami makan siang di restoran Asia, termasuk restoran India. Jika ke restoran India Mas Artidjo suka memesan nasi briyani,” lanjut pria kelahiran Sampang, Jawa Timur itu.

Bagi Mahfud MD, sosok Artidjo merupakan inspirator untuk penegakan hukum dan demokrasi. Tahun 1978 ketika Mahfud MD mulai kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII), Artidjo menjadi salah satu dosen muda yang mengajar di sana. Sosok Artidjo jugalah yang memotivasi Mahfud menjadi seorang dosen.

Saya menyukai Artidjo karena kalau mengajar selalu membawa banyak buku yang tebal-tebal dan membedah kasus-kasus konkret yang pelik-pelik ke dalam buku-buku tebal itu,” kenang Mahfud.

Ia mengaku terinspirasi menjadi dosen dan pejuang setangguh Artidjo Alkostar. Maka, setelah lulus dari Fakultas Hukum UII, Mahfud langsung mendaftar sebagai dosen. Ia tidak pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.

Saya mantap ikut jejak Mas Artidjo,” tegasnya.

Rekomendasi