Sekitar lima tahun silam, banyak warga Kabupaten Probolinggo yang demam batu akik. Fenomena ini juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Banyak orang yang rela berburu akik sampai ke daerah-daerah lain.
Mereka juga mengoleksi batu akik dengan berbagai warna. Banyaknya peminat batu akik juga diimbangi dengan perkembangan bisnis di bidang yang sama. Pengrajin dan pedagang batu akik tumbuh subur.
Kini, saat batu akik tak sepopuler dulu, membagikan cerita masa lalu tentang batu akik menimbulkan kerinduan tersendiri. Seperti curhatan yang dilontarkan oleh istri seorang pengoleksi batu akik ini.
Advertisement
Lakukan Ritual Khusus
“Demam batu akik sempat menjangkiti warga Probolinggo sekitar lima tahun silam. Saat itu, banyak orang berburu dan mengoleksi aneka warna batu akik. Pengrajin dan pedagang batu akik tumbuh subur. Beberapa warga sampai melakukan ritual khusus berburu batu-batu yang dianggap bertuah,” tulis akun instagram @infoprobolinggo (30/9/2020).
Saat berita ini ditulis, batu akik sudah tidak sepopuler lima tahun lalu. Meski demikian, peminatnya masih tetap ada.
“Siapa aja para tretan disini yang masih mengoleksi batu akik?” tulis @infoprobolinggo.
“Main2 kerumah min.. masih banyak,” komentar pemilik akun @johnroys.
“Masih tetap cinta sama yang namanya pirus dan emerald hmmm,” komentar pemilik akun @waskitoarip.
Advertisement
Curhatan Warganet
Unggahan @infoprobolinggo itu sontak menuai banyak komentar dari warganet. Beberapa di antara mereka menyatakan masih mengoleksi batu akik hingga hari ini. Selain itu, ada juga yang melontarkan curhatan lucu.
“Gegara ini bojoku sampe kyok pelawak tessy,” tulis pemilik akun @ifah_nduk.
“@ifah_nduk oalah aku sudah bisa membayangkan,” balas @infoprobolinggo.
“Saya ada batu akik. Kalau mau di jual di mana ya? Ada yang minat gak ya? Dan harganya berapa? Aku gak paham batu. Dapat dari om,” tulis pemilik akun @ankvar_0505.