Meneladani Sartono Pencipta Lagu 'Hymne Guru', Sebelumnya Guru Musik Biasa

Siapa yang tak kenal dengan lagu Hymne Guru. Rasanya seluruh masyarakat Indonesia yang pernah mengenyam bangku pendidikan pasti mengenalnya. Lirik-lirik dalam lagu Hymne Guru bahkan sudah sangat akrab bagi telinga masyarakat Indonesia.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Meneladani Sartono Pencipta Lagu 'Hymne Guru', Sebelumnya Guru Musik Biasa
Sartono pencipta lagu Hymne Guru. ©2020 Merdeka.com/brilio.net

Siapa yang tak kenal dengan lagu Hymne Guru. Rasanya seluruh masyarakat Indonesia yang pernah mengenyam bangku pendidikan pasti mengenalnya. Lirik-lirik dalam lagu Hymne Guru bahkan sudah sangat akrab bagi telinga masyarakat Indonesia.

Pencipta lagu fenomenal tersebut adalah seorang guru musik kelahiran Madiun, Jawa Timur. Namanya Sartono. Banyak keteladanan yang bisa dipelajari dari sosok ini. Selama hidup, ia lekat dengan kesan kesederhanaan.

Pada tahun 1980-an, lagu Hymne Guru menjadi salah satu lagu wajib di sekolah-sekolah di Indonesia. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Setiap kata dalam lagu Hymne Guru memiliki makna dan kesan mendalam bagi siapapun yang melantunkannya. Mari kita simak lirik lengkap Hymne Guru, seperti dilansir lirik.kapanlagi.com.

Terpujilah

Wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup

Dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir

Didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku

Tuk pengabdianmu

Terpujilah wahai ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku

Sebagai prasasti terimakasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau bagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Sartono mempelajari musik secara otodidak. Di kampung halamannya, ia menjadi satu-satunya guru seni musik yang bisa membaca not balok.

Ada cerita unik dari penciptaan lagu Hymne Guru yang sekarang kita kenal. Saat itu, Sartono bersiul lalu menorehkannya ke dalam catatan kertas. Maklum saja saat itu alat musik masih terbatas.

Sartono memulai karirnya sebagai guru seni musik pada tahun 1978. Tepatnya di SMP Katolik Santo Bernardus, Kota Madiun. Ia purnatugas atau pensiun dari sekolah tersebut pada tahun 2002. Kecintaannya pada musik sangat besar. Di antaranya ditunjukkan dengan menciptakan beberapa lagu.

Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1980, Sartono mengikuti lomba mencipta lagu tentang pendidikan. Selain lagu Hymne Guru, Sartono juga menghasilkan delapan lagu bertema pendidikan lainnya.

Perhatiannya terhadap dunia pendidikan dan pengabdiannya sebagai guru diganjar penghargaan oleh Mendikbud Yahya Muhaimin dan Dirjen Pendidikan Soedardji Darmodihardjo. Terutama karena jasanya menciptakan lagu Hymne Guru yang memiliki makna mendalam.

Menjelang awal November 2015, Sartono tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah Madiun, setelah menjalani perawatan sejak 20 Oktober 2015.

Dikutip dari liputan6.com, lelaki sederhana yang wafat di usianya yang ke-79 itu menderita sakit komplikasi stroke, jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak.

Meskipun demikian, karya-karyanya akan senantiasa dikenang oleh generasi dari berbagai zaman.

Rekomendasi