Potret Kampung Sangkal Putung di Sidoarjo, Rujukan Warga Atasi Patah Tulang
Merdeka.com - Salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dikenal dengan sebutan kampung sangkal putung. Saat memasuki kawasan tersebut, papan-papan nama bertuliskan ahli sangkal putung dan pijat urat berebut perhatian.
Tersohornya Desa Sumput, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo sebagai kampung sangkal putung membuat banyak orang datang dengan keluhan patah tulang atau sekadar keseleo datang ke sini.
Jasa pijat urat dan sangkal putung kemudian menjadi sumber rezeki bagi warga setempat. Mereka melakoni profesi tersebut turun-temurun. Salah satunya adalah Kartini, ia mengikuti jejak ibu dan budenya yang lebih dahulu membuka jasa sangkal putung di desa Sumput.
"Tahun 1970-an kalau nggak salah ibu saya datang ke sini sama empat saudara saya. Dua lagi sepupu," cerita Kartini, dikutip dari akun Instagram @beritaseputarsidoarjo, Kamis (5/1/2023).
Lika-liku Usaha
Kartini menceritakan lika-liku perjalanannya membuka usaha pijat. Awalnya, ia bersama adik dan sepupunya bekerja sama membuka satu tempat pijat. Seiring berjalannya waktu, ia dan saudaranya pecah kongsi. Mereka memutuskan membuka usaha pijat masing-masing.
"Hampir semua saudara saya bisa pijet. Mungkin ya karena keturunan. Seperti keahlian turun-temurun dari buyut, tapi memang ada hal atau syarat yang harus dipenuhi," ungkapnya.
Kini, sudah lebih dari 30 tahun Kartini menjadi ahli pijat. Pasien datang dengan beragama keluhan. Namun, Kartini mengaku tidak berani memijat sembarang pasien.
"Kalau kayak patah tulang luar atau saraf di kepala saya angkat tangan, karena itu baiknya langsung ke medis, rumah sakit," imbuh perempuan 66 tahun itu.
Tarif Pijat

©shutterstock.com/Robbi
Salah seorang warga Desa Sumput, Arif Rizki menuturkan, tarif jasa pijat urut dan sangkal putung di sana memiliki tarif beragam, yakni mulai Rp100 ribu hingga jutaan rupiah.
"Kalau di Bu Kartini katanya memang, seikhlasnya sekitar Rp40 ribu sampai Rp100 ribuan. Kalau di sisi selatan sana, ada yang sampai jutaan," ungkapnya.
Akhir pekan menjadi waktu favorit pengunjung datang ke kampung sangkal putung di Kabupaten Sidoarjo itu. Selain dari Sidoarjo, banyak di antara mereka yang datang dari daerah-daerah lain.
"Bahkan sampai luar provinsi. Mobil itu bisa sampai jejer-jejer," demikian kata Arif.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya