Peristiwa 14 April: Tragedi Pembunuhan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln
Merdeka.com - Pada 14 April tahun 1865 tepatnya pukul 22.00 malam waktu setempat di Ford’s theatre, Washington DC, Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln wafat karena dibunuh oleh aktor ternama, John Wilkes Booth. Hal ini merupakan suatu tragedi yang membuat presiden dari Negeri Paman Sam ini tewas terbunuh.
John Wilkes Booth tega membunuh orang nomor satu di Amerika Serikat ini dengan melakukan pembunuhan melalui tempat dimana Presiden Abraham Lincoln duduk di sebuah ruang VIP. John lalu datang dari belakang, kemudian dia langsung mengambil senjata api serta melepaskan tembakannya ke arah presiden.
Setelah tragedi tersebut, Presiden Lincoln langsung jatuh tersungkur. Presiden Amerika Serikat yang ke-16 ini mengalami luka begitu parah. Setelah itu, darah langsung bercucuran di lantai. Seorang dokter yang ada di sekitar lokasi tersebut langsung bergegas untuk menyelamatkan nyawa sang presiden.
Abraham Lincoln yang dikenal sebagai Bapak Demokrasi serta Anti Perbudakan tersebut lalu dilarikan ke Petersen’s Boarding House untuk segera diberi pertolongan serta perawatan.Namun, dengan adanya pembunuhan ini, akhirnya Bapak Presiden mengembuskan napas terakhirnya pada keesokan paginya di lokasi tersebut. Seketika rakyat Amerika Serikat langsung berduka cita.
Setelah itu, Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, Illinois dengan diiringi upacara kenegaraan yang telah dihadiri oleh sejumlah kepala negara.
Sebuah Misi Pembunuhan Berencana
Melansir dari History.com, Booth yang tinggal di utara selama masa perang meskipun dia mendapat simpatisan dari Konfederasi, awalnya berencana untuk menangkap Presiden Lincoln dan membawanya ke Richmond, ibu kota Konfederasi. Namun, pada 20 Maret 1865, hari penculikan yang direncanakan, presiden gagal muncul di tempat Booth dan enam rekan konspiratornya menunggu.
Dua minggu kemudian, Richmond jatuh ke tangan pasukan Union. PadavApril, dengan tentara Konfederasi hampir runtuh di Selatan, Booth membuat rencana putus asa untuk menyelamatkan Konfederasi.
Karena dia mengetahui bahwa Lincoln akan menghadiri acara pertunjukan terkenal, yaitu Laura Keene di Our American Cousin di Ford Theatre pada 14 April, maka Booth seketika merencakan pembunuhan serentak terhadap Lincoln, serta Wakil Presiden Andrew Johnson serta Menteri Luar Negeri William H. Seward.
Dengan membunuh presiden dan dua calon penggantinya, Booth dan para konspiratornya berharap untuk membuat pemerintah AS menjadi kacau balau.
Penangkapan Booth Menjadi Akhir Jalannya
Setelah menggemparkan seluruh rakyat Amerika Serikat karena telah membunuh orang nomor satu di AS ini, Booth kemudian dikejar oleh tentara serta pasukan dinas rahasia.
Namun, Booth sendiri akhirnya terpojok di sebuah gudang di dekat Bowling Green, Virginia. Kemudia ia tewas karena luka tembak saat gudang tersebut terbakar habis. Dari delapan orang lainnya yang akhirnya dituduh melakukan konspirasi, empat digantung.
(mdk/raf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya