Nasib Warga Terdampak Proyek Bandara Kediri, Permukiman Baru Tak Teraliri Listrik
Merdeka.com - Pembangunan Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi kabar gembira bagi sebagian masyarakat. Sebaliknya, pembangunan bandara itu juga menimbulkan duka bagi masyarakat terdampak.
Permukiman baru masyarakat terdampak proyek Bandara Dhoho di Dusun Ngolakan, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, hingga kini belum teraliri listrik.
Para warga yang tinggal di dusun tersebut sudah beberapa kali mengajukan permohonan aliran listrik kepada PLN setempat, namun tidak ada tanggapan dari instansi tersebut.
Aduan Warga

©2014 Merdeka.com
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kediri Dyah Saktiana mengungkapkan, pihaknya menerima aduan warga terdampak proyek Bandara Dhoho Kediri melalui aplikasi “Halo Mas Bup” dan media sosial. Mereka mengeluh di desanya tidak teraliri listrik.
“Warga sudah beberapa kali mengajukan ke PLN, namun belum ada titik terang. Harapan warga jaringan listrik PLN bisa masuk ke permukiman mereka," terang Dyah Saktiana di Kediri, Rabu (15/6/2022).
Ia mengatakan, warga sangat membutuhkan jaringan listrik. Sementara itu, pengajuan mereka ke PLN tak kunjung membuahkan hasil.
Lokasi Permukiman
Sebelumnya, dalam rencana pembangunan jaringan listrik di permukiman baru itu, masyarakat dibebani biaya sebagai bentuk investasi. Mereka menyanggupi membayar dengan harapan permukimannya segera teraliri listrik.
Selama bertahun-tahun, kata Dyah, warga Dusun Ngolakan mengandalkan sumber energi listrik dari mesin genset dan baterai.
"Mereka yang tinggal di sana berasal dari sejumlah kecamatan. Lokasi pemukiman itu bekas persawahan dan jauh dari jangkauan jaringan listrik," ungkapnya, dikutip dari Antara.
Dorong Pemasangan Jaringan Listrik

©2014 Merdeka.com
Dyah menambahkan, Pemkab Kediri sudah berkoordinasi dengan PLN wilayah Kediri, provinsi, hingga pusat. Hal ini dilakukan agar PLN segera melakukan pemasangan jaringan listrik ke permukiman baru warga terdampak proyek bandara.
"Kami sudah dua kali sosialisasi dan saat ini tiang listrik sudah masuk ke pemukiman baru itu," katanya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, masyarakat di Dusun Ngolakan tidak dibebani biaya pemasangan jaringan listrik.
"Masyarakat tidak dibebani biaya, gratis, karena ini masuk program listrik desa," ujar Dyah.
Permukiman baru warga terdampak proyek Bandara Dhoho Kediri terletak tak jauh dari lokasi proyek dan dihuni oleh sekitar 18 KK.
Seorang Warga Desa Cerme, Putri Dwi Ratnasari mengaku kesulitan belajar karena sarana penerangan minim.
"Hampir dua tahun tidak ada penerangan, jadi kesulitan saat mengerjakan tugas. Kasihan banyak anak kecil juga pak di sini," ungkapnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya