Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meriahnya Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara, Dorong Kemajuan Peradaban

Meriahnya Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah Nusantara, Dorong Kemajuan Peradaban Muhibah Jalur Rempah Nusantara. ©2022 Merdeka.com/Instagram @jalurrempahri

Merdeka.com - Para pemuda peserta pelayaran muhibah budaya Jalur Rempah Nusantara diberangkatkan dari Dermaga Madura, Komando Armada (Koarmada II) Surabaya pada Rabu (1/6/2022).

"Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, sangat tepat meluncurkan suatu simbol Kebhinekaan. Anak-anak muda dari seluruh penjuru Indonesia bergabung melakukan perjalanan jalur rempah Nusantara. Itu adalah simbol kebhinekaan Pancasila yang menjadi sumber kekuatan dari bangsa kita," kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim di Surabaya.

Melalui kegiatan ini, generasi muda didorong mengenal narasi sejarah peradaban rempah yang telah melahirkan keragaman budaya bangsa Indonesia.

Dorong Kemajuan Peradaban

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jalur Rempah RI | Spice Route (@jalurrempahri)

Menurut Mendikbudristek, jalur rempah Nusantara memiliki peran penting mendorong kemajuan peradaban global. 

Lebih dari seribu tahun lalu, jauh sebelum bangsa Eropa datang menjajah, para pelaut, pedagang dan cendekia dari berbagai belahan dunia telah berinteraksi dan melahirkan keragaman budaya yang kini menjadi inti kekuatan bangsa Indonesia.

Pelayaran muhibah budaya jalur rempah Nusantara yang menggunakan KRI Dewaruci ini menyusuri titik-titik jalur rempah Nusantara. Pelayaran dimulai dari Surabaya menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Lalu, dilanjutkan ke Baubau menuju Buton, Sulawesi Tenggara hingga ke Ternate dan Tidore, Maluku Utara yang selanjutnya menuju Banda Neira, Maluku dan berakhir di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Para peserta pelayaran muhibah budaya jalur rempah ini akan kembali ke Surabaya pada tanggal 2 Juli 2022.

Sementara itu, di setiap kota yang disinggahi, peserta muhibah jalur rempah akan bertambah, yakni  dari kalangan muda-mudi di sekitar daerah pelabuhan setempat.

Diplomasi Budaya

muhibah jalur rempah nusantara

©2022 Merdeka.com/Instagram @jalurrempahri

Kegiatan yang digelar Kemendikbudristek bekerja sama dengan TNI merupakan upaya diplomasi budaya yang diharapkan bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada tahun 2024, Kemendikbudristek berencana mendaftarkan jalur rempah Nusantara sebagai warisan budaya dunia. Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Hilmar Farid menuturkan, kegiatan ini bukan hanya berfungsi untuk mengenang masa lalu, tetapi juga memiliki arti penting di masa sekarang.

"Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah wujud nyata mengaktualisasi arti penting dari Jalur Rempah bagi kita sekarang ini," ujarnya, dikutip dari Antara.

Budaya Masa Lalu dan Masa Kini

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Jalur Rempah RI | Spice Route (@jalurrempahri)

 

Hilmar mengungkapkan, sejak ribuan tahun lalu masyarakat Indonesia telah mengarungi lautan di Nusantara yang menghubungkan titik-titik di seluruh Nusantara dan menjadikannya sebuah wilayah.

"Kita mengenal jalur laut yang menghubungkan titik satu dengan yang lain sebagai Jalur Rempah, karena rempah memainkan peran penting di masa lalu dalam kehidupan kita," jelasnya.

Muhibah budaya jalur rempah Nusantara diharapkan dapat mempertemukan kembali hubungan dan sejarah antarbudaya masa lalu dengan budaya masa kini.

"Jalur Rempah bukan hanya perdagangan rempah semata, tetapi juga terjadi pertukaran budaya. Kami berharap kegiatan ini menghidupkan kembali pertukaran dan pergaulan budaya seperti yang terjadi ribuan tahun lalu melalui jalur rempah," pungkasnya.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP