Sebagian masyarakat Banyuwangi yakin bahwa seluruh gua di daerah tersebut tersambung satu sama lain. Konon, Gua Pawon adalah gerbang gaib menuju gua-gua lain.
(Foto: Liputan6.com)
Advertisement
Mengutip Liputan6.com, gua yang berlokasi di Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi ini bisa tembus ke gua-gua terdekat di dusun setempat. Mulai dari Gua Pasujudan, Gua Sadong, Gua Konferensi, Gua Capil, Gua Sumur dan Gua Panguripan. Bahkan, Gua Pawon diyakini bisa tembus hingga gua terjauh di kawasan paling ujung timur Jawa yaitu Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).
Advertisement
Penamaan Gua Pawon dikarenakan dulu banyak ditemukan peralatan dapur di dalamnya. Selanjutnya, pada zaman penjajahan, Gua Pawon menjadi lokasi persembunyian para pejuang asal Bumi Blambangan.
Advertisement
Pengunjung perlu menunduk agar bisa masuk Gua Pawon. Sementara itu, bagian dalamnya setingga sekitar 165 centimeter.
Bagian dalam gua ini cukup luas. Di dalamnya terdapat sebuah terowongan bawah tanah yang hanya muat dilewati satu orang.
(Foto: YouTube Btd Channel)
Penjaga kebun tempat Gua Pawon berada, Masriyah menuturkan, dulu gua ini sering dikunjungi masyarakat sekitar. Bahkan sebagian besar pengunjung adalah anak muda.
Advertisement
Advertisement
Gua ini berjarak 7 kilometer dari Stasiun Rogojampi. Dari stasiun, perjalanan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Nurut Taqwa Cemoro. Di sini, ada simpangan masuk wilayah perkampung menuju Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Songgon. Dari SMPN tersebut tidak sampai 100 meter ada bekas peternakan ayam. Di wilayah itulah Gua Pawon berada.
Selanjutnya, pengunjung hanya bisa berjalan kaki sembari minta izin kepada penjaga kebun untuk menuju Gua Pawon. Pengunjung harus melewati kebun dengan tanaman rimbun sebelum tiba di Gua Pawon.
Advertisement