Menjajal Kuliner Legendaris di Pasar Besar Kota Malang, Ada Sate Komoh Legendaris

Minggu, 25 September 2022 12:30 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Menjajal Kuliner Legendaris di Pasar Besar Kota Malang, Ada Sate Komoh Legendaris Warung Lama Haji Ridwan. ©2022 YouTube Kuliner Legendaris Malang/ Merdeka.com

Merdeka.com - Saat mampir ke Kota Malang, Jawa Timur, wajib kiranya berburu kuliner khas di sana. Selain makanan ringan macam angsle, mendol dan tempe bungkil, makanan berat juga jangan sampai terlewat seperti yang terletak di Pasar Besar.

Di pasar legendaris itu, terdapat sebuah warung makan lawas bernama Warung Lama Haji Ridwan, dengan menu andalannya sate komoh. Di sini, sate komohnya enak, dengan dominan bumbu rempah yang meresap.

Lokasi Warung Haji Ridwan, menjadi salah satu tempat wisata kuliner legenda di Kota Malang yang sayang untuk dilewatkan. Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 5 halaman

Berada Masuk di Dalam Pasar Besar

warung lama haji ridwan

©2022 malangkota.go.id/ Merdeka.com

Untuk menjangkau Warung Lama Haji Ridwan, pengunjung harus memasuki area dalam Pasar Besar terlebih dahulu. Saat berjalan di lorong, terdapat berbagai barang yang dijual seperti sayur mayur, peralatan dapur hingga kebutuhan lainnya.

Sampai di depan warung, aroma berbagai macam menu langsung menyambut pengunjung dengan berbagai pilihannya. Di luar itu, sate komoh di Warung Lama Haji Ridwan menjadi menu andalan yang bisa dipilih.

Sate komoh Haji Ridwan menjadi terkenal karena daging sapinya yang amat lembut. Potongan daging di tusuknya pun begitu mudah untuk digigit. Bumbu sate komoh di sini juga bisa dimakan oleh semua kalangan, karena terkstur rasanya tidak terlalu pedas juga tidak terlalu manis. Menariknya, menu sate komoh terus bertahan sejak puluhan tahun lalu.

3 dari 5 halaman

Jadi Warung Sate Komoh Legendaris

Merujuk laman Pemkot Malang, Minggu (25/9), sang pemilik bernama Ridwan tersebut dulunya sudah mulai berjualan sejak tahun 1925. Sebelum menetap di sana, ia sempat berkeliling dengan cara memikul dagangannya untuk berkeliling.

Di tahun 1925 itu kemudian ia memilih mematenkan tempat jualannya, dan terus bertahan sampai sekarang. Warung berusia 94 tahun ini juga menjadi saksi perubahan dari Pasar Besar yang konon jadi pasar paling tua di Kota Malang.

Mulanya, warung ini hanya menyediakan beberapa menu saja untuk dijajakan ke para pelanggan, termasuk sate komohnya. Namun saat ini beberapa menu lain juga disuguhkan, dan tak kalah nikmat dengan sajian sate komoh di sana.

4 dari 5 halaman

Ayam Lodho Pedas hingga Nasi Campurnya Wajib Dicoba

warung lama haji ridwan

©2022 malangkota.go.id/ Merdeka.com

Ayam Lodho Pedas dan Nasi Campur, menjadi menu lain yang sayang untuk dilewatkan. Di satu porsi Ayam Lodho Pedas, terdapat racikan bumbu kuning yang kaya rempah dan menghangatkan. Menu ini cocok disantap bersama nasi hangat, terutama ketika perut terasa keroncongan.

Selain itu, Nasi Campur di sini begitu jadi primadona. Dalam satu porsi nasi campur berisi nasi putih hangat, dengan tambahan balado kentang ati, sayuran wortel dan timun, serundeng, serta krengsengan daging.

Kresengan daging sapi di Warung Haji Ridwan membuat mulut tak berhenti untuk mengunyah. Dagingnya yang empuk berserat, dengan bumbu yang gurih dan terasa rempahnya membuat hidangan ini menjadi terasa istimewa. Hal ini semakin nikmat ketika semuanya dicampurkan bersama nasi.

5 dari 5 halaman

Seakan Membawa Suasana Era 1920an

Sebagai tempat makan legendaris, Warung Makan Haji Ridwan juga mendukung momen itu dengan mempertahankan meja kayu jati sejak puluhan tahun lalu. Selain itu, suasana warungnya juga begitu otentik dan membawa kesan layaknya Malang era 1920-an

Mengutip laman Travelingyuk, di dalam warung tersebut terdapat foto-foto hitam putih yang merupakan para penerus dari warung yang awalnya didirikan Haji Ridwan di tahun 1919, dengan berjualan rawon.

Untuk menuju Warung Haji Ridwan, pengunjung bisa melalui pintu 5 Pasar Besar Malang, dengan melewati beberapa kios. Untuk operasionalnya sendiri dimulai pukul 08.00 WIB pagi sampai jam 16.00 WIB sore.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini