Menilik Seni Ukir Bangku Berbentuk Tangan Khas Desa Petulu Bali
Merdeka.com - Desa Petulu memiliki daya tarik sendiri bagi para turis. Suasana desa yang masih asri, pemandangan yang memanjakan mata dan burung Kokokan yang yang menjadi ikon wisata Desa Petulu. Rupanya, tak hanya itu saja, Desa Petulu juga menjadi salah satu sentra kerajinan kayu terkenal.
Para seniman dan pengrajin kayunya sangat kreatif dalam mencari model karya seni. Salah satu karya yang menjadi ciri khas Desa Petulu ialah seni ukur bangku tangan.
Berbeda dari bangku-bangku pada umumnya. Ukiran bangku di sini berbentuk tangan manusia. Lengkap dengan kelima jari dan telapak tangannya. Kursi-kursi ini nampak kokoh dan ciamik saat diletakkan di sudut ruangan.
©2021 Merdeka.com/Dewa Krisna
Kursi dengan model tangan ini idenya sederhana. Yaitu mengambil model dari tangan manusia dengan posisi menghadap ke atas. Lantas, saat coba di pahat di kayu suar, hasilnya bisa dijadikan kursi. Uniknya, ketika ada seseorang duduk di bangku tersebut seolah sedang di genggam.
Para perajin juga memperhatikan setiap detailnya. Dari ruas-ruas di jari, kuku dan telapak tangan. Semuanya nampak sempurna. Selain membentuk telapak tangan yang menengadah, juga bisa membuat kursi dengan melambangkan 'oke'. Dimana jari telunjuk dan ibu jari bertemu.
Ukuran bangku ini cukup besar dari 1-2 meter. Namun juga bisa membuat kursi model tangan dengan ukuran yang lebih besar lagi. Semua tergantung dengan permintaan pelanggan.
©2021 Merdeka.com/Dewa Krisna
Bahan dasar bangku unik ialah kayu suar atau kayu trembesi. Kayu suar tak kalah kualitasnya dengan kayu jati. Kayu suar memang sering kali menjadi pengganti bahan baku kayu jati yang harganya cukup mahal.
Hasil ukiran kayu suar memiliki ciri khas tersendiri. Furniture dari kayu suar terkesan lebih kokoh, tangguh. Rata-rata komponen yang menggunakan kayu suar memiliki ketebalan di atas 3 cm. Ketebalan ini tidak akan kamu temukan pada furnitur dari kayu jati.
Termasuk dengan bangku tangan ini. Berbahan dasar kayu suar, dengan detail-detail yang apik. Bangku tangan ini nampak kokoh dan elegan.
©2021 Merdeka.com/Dewa Krisna
Berkat keunikannya, pembeli bangku berbentuk tangan ini tak hanya laku di pasar lokal saja. Namun hingga mancanegara. Harga bangku kursi ini cukup ramah di kantong, dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. Harga yang ditawarkan sesuai dengan ukuran bangku.
©2021 Merdeka.com/Dewa Krisna
Selain memproduksi bangku tangan, di Desa Petulu juga memproduksi ukiran-ukiran lainnya yang tak kalah apik. Kerajinan Desa Petulu juga sering menjadi salah satu jujugan wisatawan.
Letaknya yang hanya berselang 10 menit tepatnya di sebelah Utara Ubud,membuat Desa Petulu ramai dikunjungi. Berkunjung ke Ubud, tidak ada salahnya mampir ke kerajinan Desa Petulu.
(mdk/Tys)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya