Mengintip Dua Desa Peninggalan Zaman Megalitikum di Jatim, Banyak Benda Langka Unik
Merdeka.com - Desa wisata memegang peranan penting dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Kehadiran desa wisata membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri kreatif lokal.
Selain unsur alam, desa wisata di Indonesia juga menonjolkan unsur budaya khas wilayah. Bahkan, tidak sedikit desa wisata yang memiliki situs-situs peninggalan kuno.
Salah satu peninggalan kuno yang banyak ditemui di desa wisata ialah peninggalan zaman megalitikum, yakni berupa batu-batu besar.
Di Indonesia, ada enam desa wisata yang merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dua di antaranya berada di Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Jember dan Kabupaten Situbondo.
Desa Kamal Jember

©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkab Situbondo
Di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember terdapat berbagai jenis batu peninggalan megalitikum yang tersebar di berbagai tempat.
Batu-batu peninggalan kuno itu tersebar di areal persawahan, rumah, hingga halaman kantor desa setempat.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkref) RI, Peninggalan megalitikum di Desa Kamal antara lain berupa kenong, tugu batu, hingga menhir.
Di Desa Kamal, batu kenong menjadi peninggalan yang paling unik. Penyebutan batu kenong bermula dari adanya tonjolan di bagian atas batu yang sekilas menyerupai kenong (alat musik gamelan). Setidaknya ada 59 batu kenong peninggalan zaman megalitikum yang ditemukan di Desa Kamal.
Masing-masing batuan memiliki satu hingga dua tonjolan. Pada zaman megalitikum, jumlah tonjolan pada batu kenong mempunyai makna tersendiri.
Batu dengan satu tonjolan melambangkan lokasi penguburan, sedangkan batu dengan dua tonjolan biasanya digunakan sebagai alas bangunan rumah.
Desa Patemon Situbondo

©2022 Merdeka.com/Dok. Pemkab Situbondo
Selain di Desa Kamal di Jember, di Desa Patemon di Situbondo juga banyak ditemukan peninggalan zaman megalitikum.
Setidaknya, ada 26 sarkofagus atau peti jenazah yang terbuat dari batu. Selain itu, di dekat sarkofagus juga ditemukan sisa perburuan liar pada zaman megalitikum.
Tim peneliti juga menemukan berbagai bekal kubur berupa manik-manik, fragmen gerabah, dan fragmen alat pertukangan dari zaman megalitikum.
Berkunjung ke desa wisata yang kaya akan peninggalan kuno juga akan menambah wawasan sejarah Indonesia di masa lampau.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya