Mengenal Polusi Suara, Ancaman Baru Bagi Kesehatan Publik
Merdeka.com - Polusi suara didefinisikan sebagai paparan rutin terhadap suara bertingkat tinggi yang dapat menyebabkan efek buruk pada manusia atau organisme hidup lainnya.
Menurut World Health Organization, tingkat suara kurang dari 70 dB tidak merusak organisme hidup, terlepas dari berapa lama atau konsisten paparannya. Namun, eksposur selama lebih dari 8 jam hingga noise konstan di atas 85 dB dapat berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan.
Jika Anda bekerja selama 8 jam setiap hari di dekat jalan atau jalan raya yang sibuk, Anda sangat mungkin terpapar polusi suara lalu lintas sekitar 85 dB.
Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara rinci mengenai polusi suara dan bahayanya bagi kesehatan apabila Anda terpapar bunyi-bunyian tersebut dalam waktu lama.
Mengenal tentang Polusi Suara
Menurut US Environmental Protection Agency, definisi tradisional polusi suara adalah suara yang tidak diinginkan atau suara yang mengganggu. Suara menjadi tidak diinginkan ketika mengganggu aktivitas normal seperti tidur, percakapan, atau mengurangi kualitas hidup seseorang.
Fakta bahwa Anda tidak dapat melihat, merasakan, atau mencium polusi suara menjelaskan mengapa polusi suara tidak mendapat perhatian sebanyak jenis polusi lainnya, seperti polusi udara, atau polusi air.
Udara secara terus-menerus dipenuhi oleh suara, namun kebanyakan orang mungkin tidak menyadarinya. Namun, ada sebagian orang yang merasakan dan menganggap sumber suara yang konstan dan terus meningkat sebagai gangguan. Gangguan-gangguan ini dapat memiliki konsekuensi besar, terutama bagi kesehatan secara keseluruhan.
Efek Polusi Suara pada Kehidupan Alam Liar dan Lautan
Lautan kini tidak lagi sepi. Ribuan bor minyak, sonar, alat survei seismik, perahu rekreasi pantai, dan kapal pengiriman kini memenuhi perairan. Hal ini adalah penyebab serius polusi suara bagi kehidupan laut.
Paus adalah hewan yang paling terpengaruh, karena indera pendengarnya adalah alat utama untuk mencari arah, mencari makan dan berkomunikasi. Polusi suara karenanya mengganggu kebiasaan makan paus, pola reproduksi dan rute migrasi, dan bahkan dapat menyebabkan pendarahan dan kematian.
Selain kehidupan laut, kehidupan hewan darat juga dipengaruhi oleh polusi suara dalam bentuk bunyi-bunyian lalu lintas, petasan, dan sejenisnya.
Jenis-Jenis Polusi Suara
Terdapat berbagai jenis polusi suara yang beredar dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya sangat sering kita dengar. Sehingga seringkali gagal diidentifikasi sebagai gangguan yang dinamai polusi suara. Berikut adalah beberapa sumber polusi suara, melansir dari Environmental Pollution Center.
- Suara lalu lintas jalan, bersumber dari mobil, bus, pejalan kaki, ambulans, dan lain-lain.
- Suara konstruksi, seperti pengeboran dan pengoperasian mesin berat.
- Suara bising di bandara, seperti pengumuman yang terus-menerus mengenai lalu lintas udara (pesawat lepas landas atau mendarat).
- Suara di tempat kerja, sering terjadi di kantor dengan ruang terbuka.
- Suara musik keras yang konstan yang berasal dari tempat-tempat komersial atau pusat perbelanjaan.
- Suara aktivitas industri seperti kipas, generator, kompresor, pabrik.
- Suara lalu lintas stasiun kereta.
- Suara aktivitas rumah tangga, seperti televisi, music, komputer, penyedot debu, kipas, kulkas, mesin cuci, mesin pencuci piring, mesin pemotong rumput, dan lain-lain.
- Suara bising acara yang melibatkan kembang api, petasan, pengeras suara, dan lain-lain.
Gangguan Kesehatan yang Disebabkan oleh Polusi Suara
Terlepas dari apakah Anda sadar atau tidak, keberadaan polusi udara nyata adanya. Polusi suara dapat membahayakan kesehatan dengan berbagai cara. Berikut beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh polusi suara:
Tips Menghindari Polusi Suara
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat Anda praktikkan untuk meminimalisir polusi suara di sekitar lingkungan Anda.
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya