Mencicipi Lawar Tupai di Bali, Kuliner Lezat yang Dipercaya Bisa Sembuhkan Gangguan Pernapasan hingga Diabetes

Siapa sangka hewan yang sering dianggap hama ini memiliki cita rasa lezat

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Mencicipi Lawar Tupai di Bali, Kuliner Lezat yang Dipercaya Bisa Sembuhkan Gangguan Pernapasan hingga Diabetes
Mencicipi Lawar Tupai di Bali, Kuliner Lezat yang Dipercaya Bisa Sembuhkan Gangguan Pernapasan hingga Diabetes (Merdeka.com)

Siapa sangka hewan yang sering dianggap hama ini memiliki cita rasa lezat

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tupai sering dianggap hama karena suka memakan tanaman buah dan kelapa. Hewan ini pun sering diburu karena dianggap merugikan manusia. Di sisi lain, tupai ternyata juga punya manfaat untuk manusia.

Olahan Tupai

Belakangan, warung yang menyajikan olahan daging tupai viral di media sosial. Warung ini berada di Kabupaten Tabanan, Bali.

"Makan ini badan terasa keringetan, lebih segar. Saya dua kali makan di sini, ketagihan. Kuah baksonya enak, lawarnya enak," ungkap Wayan Suwena, salah satu pengunjung warung, dikutip dari YouTube Liputan6.

Cara Memasak

Mengolah daging tupai tidak bisa dilakukan sembarangan. Pertama, daging tupai harus dibersihkan dari kulit halus yang menempel. Selanjutnya, daging yang sudah bersih dari kulit halus kemudian dicincang.

Daging tupai cincang ditambahkan dengan bumbu base genep khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kencur, kunyit, lengkuas, dan berbagai rempah-rempah lain. Tujuannya agar tidak amis dan cita rasanya nikmat.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Daging yang sudah tercampur rata dengan bumbu base genep diolah menjadi bakso dan lawar. Proses membuat bakso dilakukan dengan membentuk bulatan-bulatan kecil lalu merebusnya dalam air mendidih.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara untuk membuat lawar, daging cincang dicampur dengan irisan kacang panjang, buah nangka, dan parutan kelapa, serta bumbu base genep khas Bali.

Manfaat

Manfaat
Dok. Istimewa

Olahan daging tupai banyak disukai karena dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai sesak napas atau asma, rematik, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.

Mengutip situs resmi UIN Ar-Raniry, tupai dipercaya oleh masyarakat Suku Dayak Mayan bisa menyembuhkan diabetes.

Daging tupai mengandung protein cukup tinggi, mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, serta rendah lemak. Bahkan daging tupai juga dipercaya sebagian masyarakat bisa menambah stamina.

Daging tupai juga tidak mengandung kolesterol sehingga cocok dikonsumsi oleh masyarakat yang peduli dengan kesehatannya.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan membuat warung bakso dan lawar tupai di Kabupaten Tabanan banjir rezeki. Kini, warung tersebut bisa menghabiskan 40 ekor tupai dalam sehari. Adapun seporsi bakso dan lawar tupai dijual dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp20 ribu.

Rekomendasi