Menantu di Sidoarjo Dituduh Mencuri BPKB Motor Mertua, Hadiri Sidang Bawa Dua Balita

Rabu, 25 Mei 2022 14:53 Reporter : Rizka Nur Laily M
Menantu di Sidoarjo Dituduh Mencuri BPKB Motor Mertua, Hadiri Sidang Bawa Dua Balita BPKB STNK. ©imageshack.us

Merdeka.com - Kinanti Viola Rosa (21) menunggu giliran sidang bersama dua anaknya yang masih balita di ruang tunggu Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo pada Senin (23/5/2022). Dalam kesempatan tersebut, ayah Kinanti juga hadir untuk mendampingi putrinya yang tersandung masalah dengan sang mertua.

Perempuan asal Sidoarjo itu menjadi terdakwa kasus dugaan pencurian dan penggelapan BPKB motor milik mertuanya.

Ia sudah tiba di PN Sidoarjo sejak pukul 10.00 WIB, namun sidang kasusnya baru dimulai sekitar pukul 15.35 WIB. Saat menjalani sidang, kedua putranya yang masih balita dititipkan bapaknya yang menunggu di luar ruang sidang.

2 dari 4 halaman

Kronologi Kejadian

ilustrasi bpkb motor

©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Kinanti didakwa melakukan pencurian dengan penggelapan BPKB motor Vario Nopol W 4809 QN milik mertuanya, Supami.

Peristiwa itu terjadi pada Mei 2021 silam saat Kinanti berada di rumah mertuanya di Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Selanjutnya, pada 16 Juni 2021, BKPB motor tersebut digadaikan ke FIF Jalan Raya Tebel, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp9 juta. Dalam dakwaan penuntut umum, Kinanti disebut menggadaikan BPKB motor tanpa sepengetahuan suaminya, Moch Yuda Irawanto.

Uang hasil gadai BPKB itu rencananya digunakan untuk kebutuhan persalinan putra keduanya atau cucu sang mertua. Namun, penggadaian BPKB tersebut justru membuat Kinanti harus berurusan dengan aparat Polsek Tulangan karena sang mertua melaporkannya sebagai kasus pencurian.

Sebenarnya BPKB motor milik Supami sudah ditebus pihak keluarga menantunya dan diserahkan ke kepolisian saat penyidikan kasus. Meski demikian, perkara tersebut tetap berlanjut di jalur hukum.

3 dari 4 halaman

Mertua Tolak Damai

Berdasarkan informasi yang dihimpun Merdeka.com, Kejari Sidoarjo telah mengupayakan kedua belah pihak berdamai melalui restorative justice (RJ) saat perkara berada di kejaksaan.

Namun, pelapor yang tak lain adalah mertua terdakwa enggan berdamai dan meminta kasus tersebut dilanjutkan hingga persidangan.

Sementara itu, Kinanti bersikukuh tidak mencuri BPKB motor mertuanya. Ia mengaku, BPKB tersebut telah diberikan suaminya bersama map warna putih berisi Kartu Keluarga (KK), buku nikah dan akte kelahiran.

“Kalau saya dikatakan mencuri dari almari mertua saya, apa ada bukti CCTV dan sidik jari. Saya tanyakan ke penyidik waktu itu. Tapi, saya disuruh akui dan tanda tangan berkas, tahunya sudah jadi tersangka,” ujar Kinanti, mengutip dari akun Instagram @beritaseputarsidoarjo.

Menurut Kinanti, motor tersebut milik suaminya, bukan milik sang mertua. Saat hendak membeli, sang suami hanya punya uang Rp5 juta, sementara harga motor tersebut Rp16 juta. Sang suami pun berutang kepada orang tuanya untuk menutupi kekurangan uang pembelian.

“Motor itu setahu saya milik suami saya,” tegasnya.

4 dari 4 halaman

Tak Dinafkahi Suami

ilustrasi uang
©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/rineca

Kinanti mengaku bahwa ia tidak meminta izin suaminya saat hendak menggadaikan BPKB motor. Alasannya menggadaikan BPKB motor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari putra pertamanya dan untuk biaya persalinan anak kedua.

Saat itu, usia kandungannya sudah tujuh bulan. Sejak saat itu hingga kini, sang suami tidak memberikan nafkah sama sekali kepadanya.

“Jadi pakai uang itu (gadaikan BPKB),” ungkapnya.

Penasihat Hukum terdakwa, Affrizal F Kaplale menuturkan bahwa perbuatan kliennya menggadaikan BPKB motor tak bisa dikatakan memiliki motivasi jahat.

Alih-alih demikian, kata dia, terdakwa melakukan untuk mempertahankan hidup keluarga.

“Dari keterangan saksi bidan yang menangani persalinan menyatakan tidak ada suaminya menemani dan membiayai saat proses persalinan,” terangnya.

Selain itu, sejak awal menikah, sang suami kurang memberikan nafkah kepada terdakwa.

“Suaminya bekerja di salah satu perusahaan di Sidoarjo dengan gaji Rp 6,2 juta. Namun, punya tanggungan cicilan bank sebesar Rp 6,1 juta sebelum menikah. Apakah dengan sisa gaji itu bisa dikatakan cukup menafkahi,” tutur Affrizal.

Lebih lanjut, dia berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo bisa melihat secara utuh perkara tersebut. [rka]

Baca juga:
Pencurian 18 Mobil Audi dari Dealer di Chile
Polisi Setop Kasus Dugaan Pencurian Sawit Dilakukan 40 Petani di Mukomuko
Kasus Curanmor di Sukabumi Terungkap oleh Satpam, Berawal Temukan Motor di Kuburan
Viral Emak-Emak di Malang Curi HP di Warung Sayur, Aksinya Terekam CCTV

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini