Manfaat Lidah Buaya untuk Penyakit, Kenali Khasiat Kesehatannya
Merdeka.com - Ada banyak sekali manfaat lidah buaya untuk penyakit yang layak diketahui. Lidah buaya adalah tanaman obat populer yang telah digunakan banyak orang dari berbagai negara selama ribuan tahun.
Lidah buaya, atau Aloe barbadensis, adalah tanaman bertangkai pendek yang tebal dan menyimpan air di daunnya. Tanaman ini terkenal untuk mengobati cedera kulit, tetapi juga memiliki beberapa kegunaan lain yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam artikel ini, akan mengulas tentang ragam manfaat lidah buaya untuk penyakit yang paling potensial bagi kesehatan tubuh. Simak selengkapnya!
1. Mengandung Senyawa Tanaman yang Menyehatkan
Manfaat lidah buaya untuk penyakit yang pertama adalah karena tanaman ini mengandung senyawa tanaman yang menyehatkan. Industri kosmetik, farmasi, dan makanan menggunakan lidah buaya secara ekstensif, dan tanaman ini diperkirakan memiliki nilai pasar tahunan sebesar USD13 miliar secara global, mengutip Medical News Today.

©2021 Merdeka.com/Ibrahim Hasan
Lidah buaya dikenal dengan daun hijaunya yang tebal, runcing, dan berdaging, yang dapat tumbuh hingga sekitar 12–19 inci (30–50 sentimeter) panjangnya. Setiap daun mengandung jaringan berlendir yang menyimpan air, membuat daunnya menjadi tebal. Jaringan berisi air ini adalah "gel" yang diasosiasikan orang dengan produk lidah buaya.
Gel lidah buaya mengandung sebagian besar senyawa bioaktif bermanfaat dalam tanaman, termasuk vitamin, mineral, asam amino, dan antioksidan.
2. Memiliki Sifat Antioksidan dan AntibakteriManfaat lidah buaya untuk penyakit yang kedua adalah karena lidah buaya memiliki sifat antioksidan dan antibakteri. Antioksidan penting untuk kesehatan tubuh. Gel lidah buaya diketahui mengandung antioksidan kuat yang termasuk dalam keluarga besar zat yang dikenal sebagai polifenol.
Polifenol ini, bersama dengan beberapa senyawa lain dalam lidah buaya, membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Lidah buaya dikenal karena sifat antibakteri, antivirus, dan antiseptiknya. Ini adalah alasan utama mengapa lidah buaya mampu membantu menyembuhkan luka dan mengobati masalah kulit.
3. Mempercepat Penyembuhan Luka
Manfaat lidah buaya untuk penyakit yang ketiga adalah karena ia mampu mempercepat penyembuhan luka. Banyak orang menggunakan lidah buaya sebagai obat topikal, mengoleskannya ke kulit dan bukan mengonsumsinya. Faktanya, lidah buaya memang memiliki sejarah panjang digunakan untuk mengobati luka, terutama luka bakar termasuk terbakar sinar matahari.
Farmakope Amerika Serikat menggambarkan sediaan lidah buaya sebagai pelindung kulit sejak tahun 1810–1820. Studi menunjukkan bahwa lidah buaya adalah pengobatan topikal yang efektif untuk luka bakar tingkat pertama dan kedua. Misalnya, ulasan studi eksperimental menemukan bahwa lidah buaya dapat mengurangi waktu penyembuhan luka bakar sekitar 9 hari dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Tanaman ini juga membantu mencegah kemerahan, gatal, dan infeksi.
4. Mengurangi Plak Gigi
Mengurangi plak gigi adalah manfaat lidah buaya untuk penyakit yang ke empat. Kerusakan gigi dan penyakit gusi adalah masalah kesehatan yang sangat umum. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kondisi ini adalah dengan mengurangi penumpukan plak, atau biofilm bakteri, pada gigi.
Dalam studi kumur dari 300 orang sehat, peneliti membandingkan 100% jus lidah buaya murni dengan bahan obat kumur standar chlorhexidine. Setelah 4 hari penggunaan, obat kumur lidah buaya ternyata sama efektifnya dengan klorheksidin dalam mengurangi plak gigi.
Studi lain menemukan manfaat serupa dari kumur lidah buaya selama periode 15 hingga 30 hari. Lidah buaya efektif dalam membunuh bakteri penghasil plak Streptococcus mutans di mulut, serta ragi Candida albicans.
5. Membantu Mengobati Sariawan
Mengobati sariawan adalah manfaat lidah buaya untuk penyakit yang kelima. Setiap orang pasti akan mengalami sariawan pada beberapa titik dalam hidup mereka. Sariawan biasanya terbentuk di bawah bibir, di dalam mulut, dan bertahan selama sekitar satu minggu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa pengobatan lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan sariawan. Misalnya, dalam studi 7 hari dari 180 orang dengan sariawan berulang, mengoleskan tambalan lidah buaya ke area tersebut efektif dalam mengurangi ukuran borok. Dalam studi lain, gel lidah buaya tidak hanya mempercepat penyembuhan sariawan, tetapi juga mengurangi rasa sakit yang terkait dengannya.

©Pexels/Ave Calvar Martinez
6. Mengurangi Sembelit
Manfaat lidah buaya untuk penyakit sembelit juga ada. Lidah buaya diketahui dapat membantu mengobati sembelit. Kali ini, lidah buaya yang digunakan berbentuk lateks, bukan gel. Lateks adalah residu kuning lengket yang ada tepat di bawah kulit daun. Senyawa kunci yang bertanggung jawab atas efek ini disebut aloin, atau barbaloin, yang memiliki efek pencahar yang mapan.
Meski demikian, berlawanan dengan kepercayaan populer, lidah buaya tampaknya tidak efektif melawan kondisi pencernaan lainnya, seperti sindrom iritasi usus atau penyakit radang usus.
7. Jaga Kesehatan Kulit dan Mencegah KeriputAda beberapa bukti awal yang menunjukkan bahwa gel lidah buaya topikal dapat memperlambat penuaan kulit. Ya, ini adalah manfaat lidah buaya untuk penyakit yang berikutnya. Dalam sebuah studi tahun 2009 dari 30 wanita di atas usia 45 tahun, mengonsumsi gel lidah buaya oral meningkatkan produksi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit selama periode 90 hari, masih dilansir dari Medical News Today.
Ulasan juga menyarankan bahwa lidah buaya dapat membantu kulit mempertahankan kelembapan dan meningkatkan integritas kulit, yang dapat bermanfaat bagi kondisi kulit kering.
8. Menurunkan Kadar Gula Darah
Manfaat lidah buaya untuk penyakit gula darah juga menarik diketahui. Banyak orang yang menggunakan lidah buaya sebagai obat diabetes. Hal ini karena lidah buaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu meningkatkan manajemen gula darah.
Misalnya, sebuah ulasan dari delapan studi menemukan bahwa lidah buaya dapat bermanfaat bagi penderita pradiabetes atau diabetes tipe 2 karena efeknya pada kontrol glikemik. Namun, kualitas penelitian yang ada masih belum ideal, sehingga para ilmuwan saat ini masih belum merekomendasikan penggunaan lidah buaya untuk tujuan ini.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya