Lebih Dekat dengan Seno Bagaskoro, Gen Z Jurkamnas Capres Cawapres yang Tertarik Masuk Politik sejak SMP

Jurkamnas termuda pilihan salah satu pasangan capres cawapres ini diharapkan mampu meraih hati para pemilih muda

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Lebih Dekat dengan Seno Bagaskoro, Gen Z Jurkamnas Capres Cawapres yang Tertarik Masuk Politik sejak SMP
Lebih Dekat dengan Seno Bagaskoro, Gen Z Jurkamnas Capres Cawapres yang Tertarik Masuk Politik sejak SMP (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Usianya baru 22 tahun, namun kemampuannya berbicara di depan umum dan mengungkapkan gagasan membuat Seno dipilih sebagai juru kampanye nasional (jurkamnas) salah satu pasangan capres cawapres. Jauh sebelum menjadi mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan Unair, saat masih SMP ia sudah menggagas sejumlah kegiatan.

Saat masih duduk di bangku SMP, pemuda bernama lengkap Aryo Seno Bagaskoro berhasil mendapat predikat sebagai pelajar berprestasi di Kota Surabaya.

Mengutip laman resmi Pemkot Surabaya, Seno dan empat pelajar dari sekolah lain berhasil mengalahkan ribuan pelajar lain dan melaju ke lomba siswa berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur.

Politik
Dok. Istimewa

Pemuda kelahiran tahun 2001 itu mengaku tertarik dengan dunia politik sejak masih duduk di bangku SMA. Keinginannya semakin mantap ketika ia bertemu Ganjar Pranowo. Sosok inilah yang kemudian menjadi mentor Seno dalam berpolitik.

"Saya masih SMA, disuruh cerita tentang harapan anak muda kepada para caleg (calon legislatif). Saya cerita bahwa politik Indonesia saat ini butuh harapan, bukan sekadar baliho billboard, tapi ada bukti nyata dan keterlibatan anak muda," ungkap Seno di hadapan Ganjar dan para caleg saat itu. 

Mendengar pendapat Seno, Ganjar kemudian menjelaskan bahwa jika ingin masuk dunia politik praktis, ia harus punya mentor. Sejak saat itu, Ganjar lah yang bertindak sebagai mentor Seno dalam berpolitik.

Momen Akrab
Dok. Istimewa

Beberapa foto yang unggah Seno ke Instagram pribadinya menunjukkan momen kedekatannya dengan sang capres. Ada dua foto yang menunjukkan Seno dan Ganjar tengah jalan kaki bersama.

Jurkamnas
Dok. Istimewa

Tak tanggung-tanggung, Seno ditunjuk sebagai jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud. Ia bahkan menjadi jurkamnas termuda di timnya. Sebagai jurkamnas, kini ia wira-wiri sebagai bintang tamu di podcast satu ke podcast lain. Caranya menyampaikan gagasan jadi sorotan banyak pihak. Bahkan, salah satu pidatonya sempat dibanding-bandingkan dengan pidato Ketum PSI Kaesang Pangarep.

Salah satu isu yang sering dibahas Seno saat mengampanyekan Ganjar-Mahfud yakni terkait akses pendidikan bagi masyarakat, seperti yang ia sampaikan pada acara YouTube 
Akbar Faizal Uncensored. Menurut dia, pemerintah punya kemampuan menggratiskan pendidikan tingkat SD-SMA dengan tujuan jangka panjang peningkatan mutu sumber daya manusia. Tak hanya sampai di situ, pemerintah juga bisa mencetuskan program satu anak dari setiap keluarga tidak mampu menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi agar kelak dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sisi Lain
Dok. Istimewa

Ciri khas yang menonjol dari Seno adalah tangan kirinya yang selalu terbungkus sarung tangan hitam. Rupanya sarung tangan itu semacam simbol oleh-oleh saat ia turun tangan jadi relawan Covid-19 di Kota Surabaya.

Rekomendasi