Lebih Dekat dengan Arca Prajnaparamita Warisan Kerajaan Singasari, Patung Tercantik di Dunia

Konon, arca yang berasal dari era Jawa Kuno ini tak tertandingi keindahannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Lebih Dekat dengan Arca Prajnaparamita Warisan Kerajaan Singasari, Patung Tercantik di Dunia
Lebih Dekat dengan Arca Prajnaparamita Warisan Kerajaan Singasari, Patung Tercantik di Dunia (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Baru-baru ini, aktris Dian Sastrowardoyo mengunggah foto dirinya berpose di dekat Arca Prajnaparamita. Pemeran film Ada Apa dengan Cinta (AADC) itu terkesan dengan kecantikan patung tersebut. Apa sih sebenarnya arca Prajnaparamita?

Arca Prajnaparamita berasal dari Candi Singasari di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Arca ini ditemukan di reruntuhan Cungkup Putri dekat Candi Singasari.

Konon, arca ini merupakan perwujudan Ken Dedes, ratu pertama Singasari, mungkin sebagai arca perwujudan anumerta beliau.

Sementara itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa arca Prajnaparamita merupakan perwujudan Gayatri, istri Kertarajasa, raja pertama Majapahit.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Dok. Dian Sastro

Mengutip situs luk.staff.ugm.ac.id, arca Prajnaparamita dari era Jawa Kuno merupakan perwujudan Bodhisattwadewi (bodhisattwa wanita) Prajnaparamita yang paling terkenal.

Mengutip situs Kebudayaaan Kemdikbud RI, arca yang berasal dari abad ke-13 masehi ini dianggap sebagai patung terindah di dunia. Arca Prajnaparamita adalah salah satu mahakarya terbaik seni klasik Hindu-Buddha Indonesia, khususnya seni patung Jawa kuno.

Arca dewi kebijaksanaan transendental dengan raut wajah tenang memancarkan keteduhan, kedamaian, dan kebijaksanaan; dikontraskan dengan pakaiannya yang mengenakan Jatamakuta gelung rambut dan perhiasan ukiran. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Dok. Dian Sastro

Dewi ini dalam posisi teratai sempurna duduk bersila di atas padmasana (tempat duduk teratai), dan tengah bermeditasi dengan tangan melakukan dharmachakra-mudra (mudra pemutaran roda dharma). 

Lengan kirinya mengempit sebatang utpala (bunga teratai biru) yang di atasnya terdapat keropak naskah Prajnaparamita-sutra dari daun lontar.

Arca ini bersandar pada stella (sandaran arca) berukir.

Di belakang kepalanya terdapat halo atau aura lingkar cahaya yang melambangkan dewa-dewi atau orang suci yang telah mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi.

Keberadaan<br>
© 2024 merdeka.com/Kemdikbud RI

Arca ini pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1818 atau 1819 oleh D. Monnereau, seorang aparat Hindia Belanda. Pada tahun 1820, Monnereau memberikan arca ini kepada C.G.C. Reinwardt, yang kemudian memboyongnya ke Belanda. 

Akhirnya arca ini menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di Kota Leiden.

Pada Januari 1978, Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) mengembalikan arca ini kepada Indonesia.

Arca Prajnaparamita ini kemudian ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta hingga kini.

Kini arca yang terkenal halus dan indah ini ditempatkan di lantai 2 Gedung Arca, Museum Nasional, Jakarta.

Rekomendasi