Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Orang Pulau Sapudi, Pernah Berlayar ke Tiongkok & Singapura Pakai Perahu Kecil

Kisah Orang Pulau Sapudi, Pernah Berlayar ke Tiongkok & Singapura Pakai Perahu Kecil Tradisi petik laut di Pulau Sapudi. ©2022 Merdeka.com/YouTube ASAL JADIH AJA

Merdeka.com - Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, merupakan pulau terluas kedua di kabupaten tersebut setelah Pulau Kangean. Pulau-pulau yang masuk daerah Sapudi adalah Pulau Raas, Keramian, Salembu, Guwa-Guwa dan beberapa pulau kecil lain.

Pulau yang terbagi jadi dua kecamatan itu juga merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbanyak dibanding pulau-pulau lain di Kabupaten Sumenep.

Pada zaman dulu, pulau ini dipimpin oleh seorang bupati Adi Poday dengan gelar Panembahan. Ia merupakan ayah dari Joko Tole. Hingga kini, makam Adi Poday di Pulau Sapudi banyak dikunjungi peziarah. Salah satu waktu favorit para peziarah ialah malam Jumat manis.

Mahir Beternak Sapi

ilustrasi sapi

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gerard Koudenburg

Menurut sumber lokal, pada abad ke-14, Adi Poday mengajarkan masyarakat cara beternak sapi. Sejak saat itu hingga kini, masyarakat Pulau Sapudi dikenal mahir beternak sapi.

Sebagian orang mengatakan bahwa banyaknya sapi yang setiap tahun dijual dari Pulau Sapudi tidak seimbang dengan keadaan dan luas pulau tersebut.

Mereka menyebut bahwasanya kemahiran masyarakat beternak sapi merupakan pelajaran yang diwariskan Adi Poday saat memimpin Pulau Sapudi. Saat itu, ia menerapkan sejumlah aturan dalam urusan memelihara sapi dan bercocok tanam. Aturan-aturan tersebut hingga kini diduga masih dipegang erat oleh masyarakat setempat.

Pelaut Ulung

 

Tak hanya mahir beternak sapi dan bercocok tanam, masyarakat Pulau Sapudi juga dikenal sebagai pelaut ulung.

Bahkan, penduduk Pulau Sapudi yang berasal dari Pulau Raas berani berlayar hingga ke Tiongkok dan Singapura menggunakan perahu kecil, seperti dilansir laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur.

Orang-orang Pulau Raas juga dikenal mampu menahan napas tanpa mengenakan perlengkapan renang untuk mengambil akar bahar, mutiara, dan hasil lain dari dasar laut.

Secara keseluruhan, Kabupaten Sumenep memiliki hasil bumi lebih banyak dibanding daerah lain di kepulauan Madura. Pasalnya, Kabupaten Sumenep memiliki pulau-pulau kecil dengan hasil bumi yang menjanjikan. Selain itu, di Sumenep juga terdapat perusahaan garam tertua di Indonesia yakni PT Garam.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP