Kisah Haru dan Perjuangan Para Pemain Preman Pensiun 4 di Dunia Nyata
Merdeka.com - Para pecinta sinetron Preman Pensiun tentu tidak ingin ketinggalan season ke-4 tahun ini. Aris Nugraha selaku sutradara telah menyiapkan cerita-cerita seru untuk seri 4 sinetron Preman Pensiun yang tayang perdana pada 24 April lalu.
Ternyata dibalik sosok-sosok preman dalam sinetron tersebut, terdapat cerita-cerita haru. Para pemain yang berperan sebagai preman rupanya memiliki cerita kelam di masa lalunya. Siapa saja mereka? Simak cerita selengkapnya di bawah ini.
Willy

©2020 Merdeka.com
Dilansir dari dream.co.id, diketahui nama asli dari pemeran Willy adalah Iyang Sule. Dalam sebuah sesi tanya jawab, Iyang menjelaskan bahwa dirinya dulu mengalami masa kelam di dunia obat-obatan. Dari situlah dirinya sempat dicap sebagai orang yang buruk.
"Jujur kalau nanya tentang Iyang di Pasar Palasari terutama daerah sini dicap nya jelek. Pokoknya garis hitam karena dulu ada satu fase kelam, obat-obatan," kata Iyang dikutip dream.co.id dari Dikdik Channel.
Kang Pipit

©2020 Merdeka.com
Sosok preman satu ini memang bisa dibilang sangat ikonik. Kang pipit ternyata memiliki nama asli Icaa. Dirinya berperan sebagai Kang Pipit yang sempat menjadi seorang preman dan kini beralih menjadi security. Siapa sangka di kehidupan nyata, ternyata Icaa pernah merasakan dinginnya jeruji besi Lapas Kebon Waru.
"Ya kita rasakan dulu di polsek itu keluar masuk ya sebetulnya mah. Kang Pipit di LP Kebonwaru," kata Pipit.
Dirinya seolah tau betul bagaimana kondisi di penjara. Hal ini lantaran dirinya ternyata sempat ditunjuk sebagai RT di dalam penjara. Ia bertugas untuk mengurus rekan-rekannya yang lain.
"Kalau di LP satu kamar itu ada RT. RT itu yang mengurus rekan-rekan di dalem. Ya alhamdulillah lah pernah mengalami itu," imbuhnya.
Cecep

©2020 Merdeka.com
Sosok preman selanjutnya adalah Cecep. Cecep diperankan oleh Abenk Marco Capallera. Lewat unggahan akun instagram pribadi, Abenk mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya lantaran banyak orang yang menyukai tayangan dimana ia berperan.
"Terima kasih yang tidak terhingga" Kepada Alloh S.W.T yang telah memberikan berkah, keselamatan, kemudahan dan rezeki," tulisnya.
Abenk tidak pernah menyangka bahwa dirinya kini bisa seterkenal sekarang. Baginya, dirinya bukan apa-apa tanpa dukungan dari orang lain. Dengan rendah hati Abenk mengatakan bahwa dirinya hanya wayang.
"Saya hanya 'wayang' yang tidak berarti apapun tanpa 'dalang' dan para 'ponggawa' pertunjukan, saya bukan apa-apa, saya bukan siapa-siapa tanpa orang-orang hebat yang ada dibelakang layar, karya inilah yang hebat dan luar biasa. bukan diri saya, semoga karya ini menjadi sejarah bagi kita semua. Amin Yra," tulis Cecep lagi.
(mdk/vna)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya