Kini Junjung Tinggi Toleransi, Tretan Muslim Ceritakan Perjalanan Spiritualnya
Merdeka.com - Tretan Muslim dikenal sebagai salah satu komika tanah air yang lekat dengan dark jokesnya. Sebagai seorang komedian, komedi yang dibawakan oleh Tretan kerap menyentil isu-isu yang sensitif.
Salah satu yang kerap disinggungnya adalah urusan Agama. Sebagai seorang Muslim, Tretan berusaha menyadarkan banyak orang tentang pentingnya toleransi antar umat beragama.
Usaha Tretan pun tak main-main, ia sempat bersuara lantang mengkritik adanya penolakan pembangunan gereja di Cilegon. Bersama rekannya, Tretan mencoba mencari duduk perkara yang membuat gereja tak bisa dibangun di Cilegon.
Sebelum sangat menjunjung tinggi toleransi beragama saat ini, Tretan rupanya sempat anti dengan agama lain selain yang dipeluknya. Melalui akun Instagram pribadi, Tretan Muslim membagikan perjalanan spiritualnya yang cukup panjang.
Sempat Anti Agama Lain

©2022 Merdeka.com
Tretan pada mulanya ternyata seorang umat yang anti dengan agama lain selain yang dipeluknya. Sejak tahun 2000-an awal hingga 2010, Tretan menolak untuk berada dalam satu atap dengan orang yang beragama lain.
Namun sudut pandang Tretan berubah semenjak bertemu teman beda agama yang ternyata bersikap baik padanya. Sejak saat itu toleransi beragama Tretan mulai terbangun.
"2000 an dapet isu kristenisasi ditambah di Madura dikit bgt org kristen. 2005 an SMP-SMA sensi sm guru yg kristen takut di kristenisasi. 2010 an tdk mau satu kosan dg org kristen. 2012 an punya temen kristen @yogahasea tapi saya debatin trs nanya bukti yesus Tuhan setelah nonton Zakir Naik. Akhirnya saya stop debatin krn ternyata saat makan dia selalu doain saya," bebernya.
Kini Semakin Sadar Toleransi Beragama

©2022 Merdeka.com
Seiring berjalannya waktu, Tretan semakin bijaksana memandang umat beragama lain. Ia kini justru punya banyak teman pendeta dan pastor. Menurut Tretan, toleransi tak bisa diajarkan siapapun melainkan dialami sendiri oleh seseorang.
"2013 masuk stand up kompas di jkt makin banyak temen kristen. Akhirnya satu kos with kafara friend @bene_dion. 2020 an keatas punya temen pendeta @yerry_pattinasarany pastor @christofertapiheru dan kemaren makan malam bareng pastor Gilbert. Toleransi gabisa diajarkan. Tapi harus dialami sendiri. Biar ga kaget seperti saya saat kenal bene "kamu kafir, tapi koq baik" wkwkkw I was wrong for a very very long time," timpalnya.
(mdk/vna)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya