Hernia Adalah Penyakit Turun Berok, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Merdeka.com - Hernia atau biasa dikenal dengan turun berok adalah sebuah gangguan kesehatan yang terjadi akibat organ dalam tubuh menekan melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Contoh, usus yang menembus area lemah di bagian dinding perut.
Jaringan ikat tubuh seharusnya cukup kuat untuk menahan organ-organ di dalamnya agar tetap terletak pada posisinya. Hernia paling umum terjadi di area perut. Tetapi bisa juga terjadi di bagian paha atas, pusar, dan daerah selangkangan. Penyakit hernia biasanya tidak mengancam nyawa, namun hernia tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini kadang butuh tindakan operasi untuk mencegah kemunculan komplikasi yang membahayakan jiwa.
Sebagian besar hernia tidak atau hanya sedikit menimbulkan gejala. Meski begitu, penderita akan menyadari adanya pembengkakan atau tonjolan. Tonjolan ini kadang bisa terdorong masuk kembali atau menghilang ketika Anda berbaring dan muncul ketika Anda batuk.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai hernia yang dihimpun dari berbagai sumber.
Jenis-Jenis Penyakit Hernia
Penyakit hernia terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah:
Hernia ingualis adalah jenis hernia yang paling sering terjadi. Hernia jenis ini lebih sering menyerang pria. Hernia ingualis memiliki bagian usus yang menonjol melalui lubang di bawah perut dekat pangkal paha, yang disebut saluran inguinalis. Pada pria, saluran inguinalis adalah jalan masuk antara perut dan skrotum (kantung pembungkus buah zakar) melalui tali sperma. Pada wanita, saluran inguinalis adalah jalan kearah ligamen yang menahan uterus.
Pengidap hernia inguinalis dapat melihat tonjolan di antara paha dan pangkal paha. Sebagian besar kasus hernia inguinalis pada pria disebabkan oleh cacat bawaan kanal inguinalis.
Hernia femoralis termasuk jarang dan tidak umum terjadi. Hernia femoralis ditandai ketika ada jaringan lemak atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Meski demikian, wanita lebih berisiko terkena hernia jenis ini, terutama wanita hamil dan obesitas. Hernia femoralis sering disalahartikan dengan hernia inguinal karena keduanya memiliki kemiripan pada daerah kemunculannya. Tonjolan pada hernia femoralis biasanya muncul di perut bagian bawah, selangkangan, pinggul, atau paha atas.
Hernia umbilikus umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir dan bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Hernia umbilikus adalah membesarnya bagian usus melalui dinding perut di sebelah pusar. Pada bayi yang mengalaminya, akan nampak tonjolan di sekitar pusar ketika bayi menangis. Hernia umbilikus dapat sembuh dengan sendirinya pada saat bayi berusia 1 tahun. Jika tidak, maka prosedur pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkannya.
Hernia hiatus terjadi karena pembukaan diafragma di mana esofagus (pipa pembawa makanan) bergabung dengan lambung. Ketika otot di sekitar bukaan diafragma menjadi lemah, bagian perut paling atas dapat membengkak. Hernia hiatus tidak menampakkan benjolan pada bagian luar tubuh. Biasanya, penderita hernia hiatus akan mengalami mulas, gangguan pencernaan, dan nyeri dada. Hernia jenis ini dapat diobati dengan obat-obatan, perubahan pola makan, dan operasi jika diperlukan.
Hernia insisional dapat terjadi seusai Anda menjalani operasi perut. Karena, pada hernia ini terdapat bagian usus membengkak di sekitar sayatan bedah. Prosedur pembedahan atau operasi melemahkan jaringan otot di perut, sehingga butuh operasi lanjutan untuk menyembuhkannya.
Pada hernia epigastrium, terdapat bagian usus yang menonjol melalui otot perut yang terletak di antara pusar dan dada. 75% penyakit hernia jenis epigastrium menyerang para pria.
Hernia spigelian terjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak di sisi luar otot rektus abdominus. Otot ini membentang dari tulang rusuk hingga tulang panggul dengan karakteristik tonjolan yang dikenal dengan ‘six pack’. Hernia spigelian paling sering muncul di daerah sabuk spigelian atau daerah pusar ke bawah.
Hernia diafragma terjadi ketika sebagian organ lambung mencuat masuk ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia diafragma dapat terjadi pada bayi, akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
Hernia otot adalah hernia yag terjadi ketika sebagian otot mencuat melalui dinding perut. Hernia otot biasanya terjadi pada otot kaki, diakibatkan oleh cedera saat berolahraga.
Penyebab Penyakit Hernia
Penyebab penyakit hernia adalah kombinasi kelemahan dan ketegangan otot. Hernia dapat berkembang cepat atau lama, tergantung pada penyebabnya. Namun, pada dasarnya penyebab umum penyakit hernia adalah usia, batuk, kerusakan akibat cedera atau operasi, hamil, sembelit, dan lainnya.
Penyebab umum melemahnya otot tubuh:
Faktor pemicu penyakit hernia, terutama ketika otot tubuh melemah:
Faktor risiko penyakit hernia:
Gejala dan Tanda Penyakit Hernia
Gejala hernia yang paling umum dijumpai adalah kemunculan tonjolan pada area yang terinfeksi. Meski begitu, gejala hernia bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Contohnya pada penderita hernia inguinalis, tonjolan akan muncul pada dua sisi tulang kemaluan dan akan semakin terasa ketika membungkuk, batuk, dan berdiri.
Gejala umum lain hernia adalah rasa sakit atau tidak nyaman pada area yang terinfeksi. Selain itu, ada juga perasaan tertekan yang membuat perut terasa berat. Hernia di perut ditandai dengan munculnya tonjolan yang hilang saat berbaring. Gejala hernia yang lain adalah sebagai berikut:
Komplikasi Akibat Penyakit Hernia
Penyakit hernia rentan terhadap beberapa komplikasi di bawah ini apabila tidak ditangani dengan cepat dan serius. Komplikasinya antara lain seperti:
Gejala komplikasi hernia di atas termasuk:
Pengobatan Penyakit Hernia
Terdapat beberapa faktor pertimbangan dalam pengobatan hernia, yaitu:
Berdasarkan pertimbangan di atas, berikut beberapa metode pengobatan yang akan diambil oleh dokter, yaitu:
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya