Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harimau Loreng Gunung Wilis Diduga Turun ke Permukiman Warga, Begini Kronologinya

Harimau Loreng Gunung Wilis Diduga Turun ke Permukiman Warga, Begini Kronologinya Gunung Wilis, Jawa Timur. ©2021 Merdeka.com/superadventure.co.id

Merdeka.com - Sebanyak tiga unit kamera perekam gambar yang dilengkapi fitur sensor gerak dipasang di sejumlah titik lokasi yang sempat terdeteksi keberadaan satwa liar diduga harimau. Kamera perekam gambar tersebut dipasang di pinggiran hutan pinus yang berada tepat di kaki lereng Gunung Wilis, Jawa Timur, pada Senin, 11 Desember 2021.

"Rencananya ada tujuh unit 'camera trap' yang dipasang. Namun hari ini sementara (dipasang) tiga unit dulu di titik-titik di mana warga menyebut sempat berpapasan dengan binatang tersebut," ungkap Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Blitar Joko Dwiyono di lokasi pemasangan 'camera trap' di dalam Hutan Watugondong dan Tumpak Pencit, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Tujuan Pemasangan Kamera

kamera pengintai satwa liar atau camera trapping

©2021 Merdeka.com/wwf.uk.org

Kamera-kamera tersebut dipasang di lokasi agak berjauhan, yakni dengan mengambil tempat/posisi yang lebih tinggi. Dengan demikian, kamera diharapkan bisa merekam setiap benda bergerak yang melintas di depannya baik yang posisinya lebih rendah maupun sejajar, sesuai luas bidang mata kamera.

Pemasangan kamera tersebut diharapkan bisa memastikan jenis harimau yang sudah beberapa kali menampakkan diri di pinggiran hutan setempat, baik di hutan wilayah Desa Nyawangan maupun Desa Nglurup yang bersebelahan lokasinya dan berada di sekitar lereng Gunung Wilis.

Berdasarkan penjelasan Joko, camera trap itu akan terus hingga tiga bulan ke depan. Pihaknya akan rutin melakukan pemeriksaan rekaman kamera setiap seminggu sekali, dengan bantuan pengawasan warga sekitar hutan atau anggota LMDH.

Temukan Jejak Kaki

 

Sampai berita ini ditulis, BKSDA setempat baru menemukan jejak kaki. Itupun kondisinya sudah buruk, sehingga sulit untuk menentukan jenis harimau yang turun ke permukiman warga.

Joko maupun tim BKSDA yang terlibat dalam pemasangan kamera sensor gerak belum berani menyimpulkan bahwa binatang besar yang dijumpai warga sekitar hutan adalah spesies harimau, baik jenis tutul apalagi jenis Harimau Jawa yang dinyatakan sudah punah sejak 1970-an.

"Tanpa ada bukti otentik visual yang bisa dianalisa (orisinalitas), kami belum berani mengatakan apakah binatang yang dilihat warga ini benar harimau atau lainnya. Nantilah kalau dari pemasangan kamera ini ada hasilnya (mendapat gambar satwa liar itu)," terang Joko, dikutip dari Antara (11/1/2021).

Minta Masyarakat Jaga Kelestarian Alam

gunung wilis jawa timur

©2021 Merdeka.com/superadventure.co.id

Harimau menyukai habitat hutan yang masih rimbun. Di wilayah Sendang yang berada di lereng Gunung Wilis memang masih ada beberapa lokasi yang hutannya masih alami. Di hutan tersebut diperkirakan masih ada sisa-sisa harimau beserta hewan buruannya.

Sementara itu, jejak kaki hewan ditemukan tim BKSDA Blitar sekitar dua kilometer dari permukiman. Sontak, warga pun khawatir. Selanjutnya, tim BKSDA Blitar meminta masyarakat turut menjaga kelestarian alam di sekitar harimau itu ditemukan.

"Menjadi tanggung jawab bersama untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, jangan sampai memasang jerat yang bisa melukai satwa (harimau) tersebut," imbuhnya.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng Gunung Wilis, khususnya di wilayah hutan Desa Nyawangan dan Nglurup, Kecamatan Sendang tetap berhati-hati, utamanya ketika beraktivitas di dekat hutan.

"Tetap waspada dan tidak lengah," pintanya.

Laporan Masyarakat

 

Sebelumnya, beberapa warga di Kecamatan Sendang dua kali melaporkan penampakan harimau selama dua bulan terakhir. Laporan pertama terjadi sebulan lalu, seorang warga Desa Nglurup mengaku melihat harimau setinggi kurang lebih 80 cm ketika sedang menyadap karet.

Kedua, beberapa warga mengaku melihat harimau mendekati permukiman. Sejumlah saksi mata yang dimintai keterangan menyatakan, satwa yang dijumpai bisa saja mengarah ke harimau loreng.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP