5 Fakta Menarik Ranu Manduro Mojokerto, Tempat Wisata Baru di Jatim
Merdeka.com - Jagat twitter digegerkan dengan sebuah video yang menunjukkan pesona alam Mojokerto, Jawa Timur. Tagar Mojokerto (#mojokerto) menjadi trending di twitter pada Selasa (25/2) sore.
Video yang beredar luas ke publik itu menunjukkan hamparan rumput hijau dengan batu-batu besar di sekelilingnya. Pesona sabana itu dilengkapi dengan latar pemandangan Gunung Penanggungan.
Bumi Majapahit menjadi buah bibir di kalangan warganet karena keindahan kawasan bernama Ranu Manduro. Saat ini Ranu Manduro menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi. Komposisi alamnya yang indah membuat banyak orang ingin berswafoto di sana.
Tapi belum banyak diketahui, apa sebenarnya Ranu Manduro itu. Dirangkum Merdeka.com berikut fakta-fakta menarik seputar savanna Ranu Manduro Mojokerto yang penting untuk diketahui publik.
Kawasan Galian Tambang

2020 Merdeka.com/Instagram @nurulfitriyaa
Kawasan Ranu Manduro sebenarnya merupakan kawasan tambang galian C. Pada musim penghujan, kawasan tambang yang tidak lagi beroperasi itu banyak ditumbuhi rumput. Hal ini menyebabkan kawasan ini tampak lebih hijau.
Ranu Kumbolo Versi Mojokerto

2020 Merdeka.com/Instagram @thisiseastjava
Dinamakan Ranu Manduro karena di kawasan ini terdapat sebuah telaga. Masyarakat Mojoekerto menyebutnya sebagai Ranu Kumbolo versi Mojokerto. Pada musim penghujan seperti saat ini, kawasan di sekitar telaga tampak lebih hijau.
Dikeruk untuk Menimbun Lumpur Lapindo

2020 Merdeka.com/Instagram @zen_scoothigh
Perbukitan di kawasan Ranu Manduro dikeruk untuk menimbun lumpur pada bencana Lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo. Truk-truk ramai keluar masuk kawasan ini untuk mengangkut pasir dari Mojokerto ke Sidoarjo. Hal ini mengakibatkan akses jalan di sekitar kawasan Ranu Manduro menjadi rusak.
Hanya Bayar Parkir

2020 Merdeka.com/Instagram @alvitorizzz
Sebelumnya siapapun bebas datang ke kawasan Ranu Manduro tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Tetapi karena jumlah pengunjung semakin ramai, masyarakat secara swadaya memanfaatkan peluang ekonomi ini.
Per tanggal 24 Februari kemarin, pengunjung dikenai biaya Rp 3.000 untuk biaya parkir di kawasan Ranu Manduro, Mojokerto.
Kalau Beruntung Bisa Gratis

2020 Merdeka.com/Instagram @yusrilahmad__
Penerapan biaya parkir di kawasan Ranu Manduro ini belum optimal. Pengunjung dikenai biaya parkir apabila di situ ada penjaga parkir. Namun, apabila tidak ada, pengunjung tidak perlu bayar parkir. Karena ternyata penjaga parkirnya tidak selalu ada di kawasan wisata baru itu.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya