5 Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok Secara Aman dan Efektif, Ketahui Penyebabnya
Merdeka.com - Bulu kucing yang rontok tentu merupakan sebuah permasalahan yang cukup mengganggu bagi aktivitas sehari-hari. Bagi Anda pemilik kucing, bulu-bulu kucing peliharaan yang rontok dapat bertebaran ke seluruh penjuru rumah dan menempel pada berbagai barang seperti pakaian, sofa, tempat tidur, hingga peralatan makan.
Selain menempel kemana-mana, bulu kucing yang rontok juga dapat mengganggu pernapasan. Untuk itu, penting bagi Anda agar segera mengatasi masalah dan mencari cara mengatasi bulu kucing rontok sebelum hal tersebut menjadi lebih serius. Bulu kucing yang kerap rontok, terutama dalam jumlah yang banyak dapat mengindikasikan beberapa penyakit kulit pada kucing seperti misalnya, jamur.
Untuk menghindari atau cara mengatasi bulu kucing rontok tersebut terjadi pada kucing kesayangan Anda, ada baiknya Anda melakukan beberapa hal berikut ini dan memahami penyebab kerontokan bulu tersebut. Hal ini dapat membekali Anda untuk melakukan penanganan yang tepat, aman, dan efektif guna kesehatan kucing dan juga kesehatan Anda sendiri.
Penyebab Bulu Rontok pada Kucing
Mengutip dari purina.co.uk, berikut ini adalah beberapa gejala dan penyebab bulu rontok pada kucing yang harus diwaspadai. Bulu rontok pada kucing, yang juga dikenal sebagai alopecia, dapat disebabkan oleh beberapa faktor umum.
Setelah Anda memahami apa yang menyebabkan kucing kehilangan bulunya, Anda dapat mulai mencari perawatan yang tepat sebagai cara mengatasi bulu kucing rontok.
1. Kondisi kulit kucing
Kucing dengan bulu yang kerap rontok mungkin saja mengalami infeksi seperti kurap kucing (infeksi jamur), infestasi parasit seperti tungau atau kutu, atau kondisi kulit kucing lain yang disebabkan oleh alergi. Karena semua hal ini akan mengiritasi kulit, kucing lantas akan sering menggaruk-garuk tubuhnya dan merontokkan sebagian besar bulunya. Dengan perawatan berlebihan atau rasa gatal, kucing dapat membuat dirinya menjadi botak dan juga ada risiko menelan bulu-bulu dari rambut saat mereka menjilat area rontok tersebut.
2. Stres atau nyeri
Terkadang, kucing yang merasa stres dapat memicu kerontokan pada bulu-bulunya. Saat tubuhnya terasa sakit atau nyeri, kucing juga cenderung merawat area yang sakit tersebut dengan menjilatnya secara berlebihan, yang dapat menyebabkan bulu-bulu di sekitar area tersebut menjadi rontok.
3. Hormon Kucing
Pada kucing, kebotakan dan bulu yang rontok juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Hormon tertentu bertanggung jawab atas pertumbuhan bulu kucing dan pada gilirannya, dapat menjadi alasan mengapa bulu kucing menjadi rontok.
Ketika terjadi kelebihan atau kekurangan hormon ini, bulu rontok bisa terjadi. Anda mungkin juga menemukan bahwa kucing yang hamil atau menyusui akan kehilangan bulunya karena perubahan hormon selama waktu ini. Tetapi jangan terlalu khawatir, karena bulunya akan tumbuh kembali seiring waktu.
4. Kesehatan umum yang buruk
Pola makan yang tidak sehat, kesehatan yang buruk, atau penyakit yang tidak terdeteksi semuanya dapat menjadi penyebab bulu kucing menjadi rontok. Karena ini semua adalah alasan yang cukup luas, penting untuk mengunjungi dokter hewan untuk mengidentifikasi penyebab utamanya dengan jelas.
Beberapa penyebab bulu kucing rontok juga bisa menyerang manusia, dan menular. Untuk itu, Anda harus selalu waspada jika bulu kucing mulai terlihat rontok secara tidak wajar, karena Anda juga berisiko terkena dampaknya. Ingatlah bahwa kerontokan bulu kucing terjadi sepanjang tahun. Jika bulu kucing yang rontok berasal dari seluruh tubuh mereka, tanpa muncul bercak botak, hal ini sepenuhnya alami dan akan segera berlalu.
Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok
Berikut ini adalah 5 cara mengatasi bulu kucing rontok yang bisa Anda lakukan sebagai pemilik kucing. Kelima cara ini dapat Anda lakukan sendiri di rumah secara aman dan menjanjikan hasil yang efektif. Namun, perlu diketahui jika bulu kucing yang rontok sudah mencapai tahapan yang cukup parah dan meresahkan, ada baiknya Anda memeriksakannya ke dokter hewan.
1. Sikat bulu kucing secara teratur.
Cara mengatasi bulu kucing rontok yang pertama adalah menyikat bulunya secara teratur setiap hari. Ini adalah cara paling efektif untuk mengurangi bulu kucing yang rontok, karena Anda telah membantu mengumpulkan bulunya sebelum rontok. Jika kucing Anda memiliki bulu sedang hingga panjang, sikat Slicker adalah yang terbaik, dan jika mereka memiliki rambut pendek, direkomendasikan untuk menggunakan sikat dua sisi.
2. Mandikan kucing sebulan sekali.
Cara mengatasi bulu kucing rontok yang kedua adalah dengan memandikannya minimal sebulan sekali. Mandi bukanlah aktivitas yang disukai oleh si kucing itu sendiri. Tapi, cara ini akan membantu menghilangkan rambut berlebih dan lapisan bawahnya, dan dalam jangka panjang, akan membantu mencegah kerontokan berlebih yang tidak perlu.
3. Ubah pola makanya.
Cara mengatasi bulu kucing rontok yang ketiga adalah dengan mulai mengubah pola makannya. Untuk mendapatkan bulu kucing yang sehat, kucing tersebut membutuhkan makanan yang seimbang dan kaya omega. Berikan makanan kucing yang mengandung rasio asam lemak omega 6 dan 3 yang seimbang untuk membantu menjaga kesehatan bulu dan mencegah kerontokan.
Muezza cat food yang memiliki kandungan protein, asam lemak omega 3, vitamin, dan mineral, sangat membantu menjaga kesehatan gigi, tulang, sistem pencernaan hingga bikin bulu kucing lembut bebas rontok. Tersedia dalam 4 varian rasa yaitu Mackerel Flavor, Ocean Fish Flavor, Tuna Flavor dan Salmon Flavor yang bikin kucing kesayangan happy. Menariknya lagi, Muezza sudah mendapatkan sertifikat halal dari The Central Islamic Committee of Thailand. Berikan nutrisi terbaik dari Muezza, dapatkan segera di sini.
Beli Muezza di Tokopedia4. Jaga agar tetap terhidrasi.
Cara mengatasi bulu kucing rontok yang keempat adalah dengan menjaganya agar tetap terhidrasi dengan baik. Kucing yang tidak minum cukup air, biasanya memiliki kulit dan bulu yang kering. Hal ini lantas menyebabkan rontoknya bulu-bulu kucing. Jadi, pastikan mangkuk minum mereka tetap penuh dengan air bersih, segar, dan dingin untuk diminum.
5. Beri kandang khusus.
Cara mengatasi bulu kucing rontok yang kelima adalah dengan menempatkannya pada satu kandang khusus, terlebih jika kucing yang Anda pelihara adalah jenis kucing rumahan atau indoor. Dengan kucing yang sering berada di kandang, Anda dapat menjaga dan meminimalisir bulu-bulunya berterbangan dan menempel ke seluruh furnitur rumah. Selain kandang, berikan tempat tidur yang nyaman di area-area tertentu di dalam rumah, di mana kucing Anda suka tidur untuk menjaga agar bulu-bulu yang rontok berlebih bisa dikendalikan.
Segera Cari Bantuan Dokter Hewan
Ketika 5 cara mengatasi bulu kucing rontok tersebut telah Anda terapkan dan tetap tidak memberi hasil yang signifikan, segera cari bantuan dokter hewan. Dokter hewan akan memeriksa kucing Anda secara menyeluruh untuk mencari tahu apa yang menyebabkan alopecia atau kerontokan bulu mereka. Jika mereka menemukan kutu, yang merupakan penyebab umum dari rasa gatal dan rambut rontok, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan kutu.
Dokter hewan mungkin juga mengambil sampel rambut atau mengikis sedikit sampel kulit untuk menguji kurap dan parasit pada kucing Anda. Kadang-kadang dokter memutuskan untuk mengambil sampel kulit kecil dari kucing dengan anestesi atau melakukan tes alergi kulit untuk memeriksa kondisi kulit kucing. Atau, mereka mungkin mengambil sampel darah untuk mencari penyakit mendasar yang dapat menyebabkan rambut rontok hewan peliharaan Anda.
Namun, jika di akhir pemeriksaan dokter masih belum menemukan alasan yang jelas dari bulu kucing yang rontok berlebih tersebut, maka dokter hewan umum mungkin akan merujuk Anda ke dokter kulit hewan. Dan jika Anda atau dokter hewan mencurigai bahwa mungkin ada alasan tertentu dari perilaku kucing dan membuat dirinya kehilangan bulu, Anda mungkin perlu mendiskusikan gaya hidup kucing Anda dengan dokter untuk mengetahui apakah kucing Anda sedang stres dan apa penyebabnya.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya