Peristiwa ini dibawa ke ranah hukum
Advertisement
Advertisement
Gerak jalan seharusnya menjadi momentum memupuk rasa kebersamaan sebagai sesama bangsa Indonesia. Namun, pelaksanaan gerak jalan di Bangkalan justru diwarnai kericuhan. Salah satu kelompok peserta gerak jalan memukul penonton di tepi jalan. Sebelum pemukulan terjadi, kelompok peserta gerak jalan terlibat adu mulut dengan para penonton.
Advertisement
Kericuhan terjadi saat salah satu tim peserta gerak jalan melewati Jalan Jokotole, Kota Bangkalan. Hanya berkisar satu kilometer sebelum garis finish.
Saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan, keributan berawal saat tim peserta gerak jalan yang berjumlah tujuh belas orang hendak melewati lokasi. Di sisi lain posisi penonton yang terlalu ke tengah menyebabkan mereka bersenggolan dengan peserta. Saat itu peserta mendengar satu kata umpatan dari deretan penonton. "Hal inilah yang kemudian memicu beberapa peserta gerak jalan berbalik dan berujung keributan serta terjadi pemukulan beberapa kali," terang Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, Rabu (9/8/2023).
Salah satu penonton yang terkena pukulan adalah Lurah Mlajah, Musleh. "Keributan ini sempat berhasil diredam warga di lokasi dan berakhir damai kedua pihak," imuh AKP Bangkit, dikutip dari Instagram @wecarebangkalanmadura. (Foto: Freepik rawpixel.com)
Advertisement
Advertisement
Insiden pemukulan itu ternyata berbuntut panjang. Usai pelaksanaan gerak jalan, penonton yang terkena pukulan melapor ke kepolisian. Merespons laporan tersebut, pihak kepolisian memeriksa anggota tim peserta gerak jalan yang terlibat pemukulan. Pihak kepolisian sempat melakukan mediasi antara kedua nelah pihak, namun buntu. Dengan demikian, proses hukum terus berlanjut.