Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gelar Peringatan Isra Mi'raj di Tengah Wabah Corona, Ini Trik Panitia Masjid di Demak

Gelar Peringatan Isra Mi'raj di Tengah Wabah Corona, Ini Trik Panitia Masjid di Demak The Sanctuary Collection. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus Corona semakin merebak di Indonesia. Hingga Senin (23/3), terdapat 579 kasus positif corona di Tanah Air, dimana 30 orang berhasil sembuh sementara 49 orang meninggal dunia.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini, salah satunya dengan melarang segala acara yang melibatkan kerumunan. Termasuk acara-acara berkaitan dengan ibadah seperti Misa Mingguan dan salat Jum’at.

Namun di beberapa tempat, acara-acara keagamaan tetap diselenggarakan. Tanggal 22 Maret lalu, Umat Muslim memperingati Hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam rangka memperingati agenda tahunan itu, beberapa masjid tetap menggelar acara. Salah satunya masjid-masjid yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dilansir dari Liputan6.com (22/3), di sana warga tetap menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj tanpa khawatir tertular ataupun menjadi penular Virus Corona. Berikut selengkapnya.

Momentum yang Dinanti Jamaah

masjid tetap gelar isra039 mi039raj di tengah wabah corona

2020 liputan6.com

Muhammad Rifai, ketua panitia Peringatan Isra Mi'raj Desa Jamus, Kabupaten Demak menjelaskan bahwa momentum peringatan itu sudah ditunggu para jamaah. Walau begitu, mereka tetap menaati anjuran-anjuran dari pemerintah untuk mencegah menularan COVID-19 seperti tidak bersalaman dan menjaga jarak.

"Kami tetap jaga jarak dan tidak bersalaman meski berkumpul. Kebetulan jumlah pengunjung juga tidak sepadat tahun sebelumnya," ujar Rifai dilansir dari Liputan6.com (22/3)

Tak Seramai Tahun Sebelumnya

Agus Makmun Rizal, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Sayung, Demak, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan di wlayahnya sebenarnya sudah dibatasi. Namun warga tetap antusias untuk mengikuti acara tahunan tersebut.

"Di tengah maraknya penyebaran Virus Corona, masjid dan musholla di sini tetap menggelar peringatan Isra Mi'raj meski tak seramai tahun sebelumnya," ujar Agus dilansir Liputan6.com (22/3).

Dimanfaatkan Untuk Sosialisasi PHBS

Karena Virus Corona makin mewabah khususnya di Provinsi Jawa Tengah, momen berkumpulnya warga untuk memperingati Isra Mi'raj itu dimanfaatkan oleh para ulama dan tokoh masyarakat untuk mengingatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Bukan berarti kami tidak menghiraukan imbauan pemerintah. Tapi momen ini juga kami manfaatkan untuk sosialisasi PHBS," ujar Agus dikutip dari Liputan6.com (22/3).

Momen Mendekatkan Diri Pada Tuhan

Siti Zubaedah (40), warga Desa Kedunguter, Kecamatan Karangtengah, Demak mengatakan bahwa mayoritas warganya memang memprioritaskan kegiatan keagamaan walaupun ada imbauan social distancing sebagai langkah awal pecegahan penularan Virus Corona.

"Ini adalah momen untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Isra Mi'raj kan mengingatkan kita terhadap kewajiban untuk menjaga keseimbangan alam," ujar Siti dilansir dari Liputan6.com (22/3).

Anjuran MUI pada Peringatan Isra Mi'raj

mui zainut tauhid

2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Selain itu, dalam konteks menghadapi wabah Corona, Zainut mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai ajaran salat sebagai bekal dalam menanggulangi virus tersebut.

"Melalui peringatan Isra Mi'raj, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menggalang solidaritas nasional, menumbuhkan sikap empati dan kepekaan perasaan terhadap musibah dengan saling membantu, saling menolong, bekerja sama, dan bahu membahu dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Bukan saling menyalahkan," kata Zainut dilansir Merdeka.com (22/3).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP