Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Ada Kata Menyerah, Ini Kisah Pemberdayaan Ibu-Ibu Lansia Lewat Ecoprint

Tak Ada Kata Menyerah, Ini Kisah Pemberdayaan Ibu-Ibu Lansia Lewat Ecoprint Kelompok ibu-ibu Shibori Ecoprint Eng Jogja. ©Instagram/@seej_shiboriecoprint

Merdeka.com - Eka Senja (40) pada awalnya ditugaskan oleh Lembaga Rumah Zakat untuk bertugas meningkatkan ekonomi ibu-ibu di Kampung Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.Di kampung tersebut, banyak ibu-ibu lansia yang berasal dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu. Belum lagi beberapa dari mereka tinggal sendiri karena suaminya telah meninggal dan ditinggal anaknya merantau.

Saat itu, Eka Senja membekali ibu-ibu dengan berbagai pelatihan, mulai dari menjahit, membuat kain sibori menggunakan bahan sintetis. Namun karena kesulitan bahan, mereka beralih ke Ecoprint.

“Selain itu kebanyakan dari mereka juga ibu-ibu lansia yang kesulitan di sibori karena mereka harus menarik-narik benang. Apalagi prosesnya harus diinjak-injak, dan ini tentu susah bagi para lansia karena perlu mengeluarkan tenaga,” kata Eka saat dihubungi Merdeka.com pada Senin (26/6).

Pelatihan membuat pakaian ecoprint dimulai pada tahun 2018. Pada tahun 2019, produk mereka diajukan ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Produk mereka kemudian dinamai SEEJ, singkatan dari “Sibori Ecoprint Eng Jogja”.

Mulai dari sana, Eka Senja dan kelompok ibu-ibu lainnya memperkenalkan produk SEEJ melalui berbagai pameran. Salah satu pameran yang mereka ikuti adalah dari Dinas UMKM Kota yang diselenggarakan di Malioboro Plaza.

Setelah dari sana, SEEJ berkenalan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Oleh karena itu mereka bisa mengikuti Bazar UMKM yang diadakan di halaman Kantor BRI Yogyakarta, Jalan Cik Di Tiro No.3 Kota Yogyakarta pada Jumat (16/6) lalu.

“Harapan untuk BRI, kami bisa kerja sama kalau ada pameran. Sedangkan untuk pemerintah, semoga bisa bantu di bagian pemasaran. Apalagi di Kota Jogja ada hari di mana PNS menggunakan produk siboru atau ecoprint,” ujarnya.

Tantangan yang Dihadapi

Sementara itu Erna (37), salah satu anggota yang ikut memberdayakan ibu-ibu lansia dalam membuat kain ecoprint mengatakan bahwa dalam proses produksi mereka menghadapi banyak tantangan. Apalagi banyak bahan-bahan pembuatannya yang tidak bisa dicari di tempat mereka.

“Kalau di kota kan daun-daun susah, jadi kita harus ke Bantul dulu, kadang sampai ke Wonosari. Kami tanya yang punya teman di sana siapa,” kata Erna.

Erna menambahkan, untuk proses penjahitan, kelompok ibu-ibu tersebut belum bisa melakukannya. Oleh karena itu mereka harus mencari tukang jahit di luar agar produk mereka bisa jadi.

Walaupun banyak kendala yang menghadang, namun Erna, Eka, dan teman-teman lainnya tetap bertekad untuk terus memberdayakan ibu-ibu lansia di Kampung Klitren.

“Kami ingin membuat sesuatu yang bermanfaat. Niat awalnya itu, bagaimana ilmu yang kita punya bermanfaat dan bisa menghasilkan sesuatu,” pungkasnya. (mdk/shr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Melihat Kerajinan Kulit dan Ecoprint di Kabupaten Bantul, Sempat Alami Masa Sulit di Masa Pandemi
Melihat Kerajinan Kulit dan Ecoprint di Kabupaten Bantul, Sempat Alami Masa Sulit di Masa Pandemi

Bantul merupakan wilayah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang kaya potensi di sektor industri kerajinan tangan.

Baca Selengkapnya
Nasib Orang Tidak Ada yang Tahu, Pria Lulusan SMP Ini Sukses Miliki Sapi 500 Ekor & Kelola Kebun Nanas 300 Hektar
Nasib Orang Tidak Ada yang Tahu, Pria Lulusan SMP Ini Sukses Miliki Sapi 500 Ekor & Kelola Kebun Nanas 300 Hektar

Rofik sengaja membuka bisnis peternakan untuk membantu perekonomian para warga sekitar.

Baca Selengkapnya
Kampanye di Karawang, Ganjar Dicurhati Ibu-Ibu 'Cari Kerja Dipersulit, Harus Bayar Rp5 Juta ke Ordal'
Kampanye di Karawang, Ganjar Dicurhati Ibu-Ibu 'Cari Kerja Dipersulit, Harus Bayar Rp5 Juta ke Ordal'

Di hadapan Ganjar, Eli menceritakan dua anaknya yang lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kesulitan mencari kerja.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda
Kenalan dengan Batik Kuno Ciwaringin khas Cirebon, Gambarkan Penderitaan Rakyat Akibat Penjajahan hingga Perjuangan Santri Lawan Belanda

Dalam selembar batik khas Ciwaringin terdapat perjuangan rakyat melawan penjajahan.

Baca Selengkapnya
Sosialisasikan 'Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana', Atikoh Kenang Tak Mampu Bayar Kos saat Kuliah
Sosialisasikan 'Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana', Atikoh Kenang Tak Mampu Bayar Kos saat Kuliah

Atikoh berasal dari keluarga yang tumbuh di lingkungan pesantren sederhana.

Baca Selengkapnya
Perampok Sekap Remaja di Bali, Begini Kronologinya
Perampok Sekap Remaja di Bali, Begini Kronologinya

Korban disekap saat kedua orangtuanya tidak ada di rumah. Pelaku menggasak sejumlah harta benda orangtua korban.

Baca Selengkapnya
Sengketa Lahan Berujung Maut, Bapak dan Dua Anak di OKU Tega Bunuh Wanita Tua
Sengketa Lahan Berujung Maut, Bapak dan Dua Anak di OKU Tega Bunuh Wanita Tua

Seorang pria dan dua anaknya tega membunuh seorang wanita tua HA (62) di Kedaton, Ogan Komering Ulu. Pembunuhan ini dilatarbelakangi sengketa lahan.

Baca Selengkapnya
Tingkatkan Kompetensi Nasabah, PNM Berikan Pelatihan Batik Ecoprint
Tingkatkan Kompetensi Nasabah, PNM Berikan Pelatihan Batik Ecoprint

Batik Ecoprint merupakan salah satu jenis batik yang proses produksinya menggunakan pewarna alami

Baca Selengkapnya
Babak Baru Kasus Ayah Bunuh Empat Anak Kandung di Jagakarsa, Tersangka Segera Diseret ke Persidangan
Babak Baru Kasus Ayah Bunuh Empat Anak Kandung di Jagakarsa, Tersangka Segera Diseret ke Persidangan

Tersangka Panca saat ini dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur.

Baca Selengkapnya