Sisi Menarik Bukit Turgo Pakem, Wisata Alam di Sleman yang Sarat Nilai Sejarah dan Pengetahuan

Selain disakralkan, makam Syekh Jumadil Qubro di puncak Bukit Turgo juga memiliki panorama alam yang indah. Kini makam tersebut juga sudah dipugar dengan baik.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Sisi Menarik Bukit Turgo Pakem, Wisata Alam di Sleman yang Sarat Nilai Sejarah dan Pengetahuan
Sisi Menarik Bukit Turgo Pakem, Wisata Alam di Sleman yang Sarat Nilai Sejarah dan Pengetahuan (Merdeka.com)

Di lereng Gunung Merapi sisi barat daya, terdapat sebuah bukit kecil yang dikenal dengan nama Bukit Turgo.

Walaupun lebih kecil, namun sesungguhnya usia Bukit Turgo lebih tua dibandingkan Gunung Merapi. Dilansir dari Jogjaprov.go.id, usia Bukit Turgo ditaksir mencapai 138 ribu tahun.

Bukit Turgo memiliki wahana wisata yang beragam di antaranya jelajah hutan, kegiatan meracik kopi, pertunjukan budaya sekitar, dan ritual keagamaan.

Di hutan Merapi, pengunjung dapat melakukan petualangan melintasi Kali Boyong. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di area Bukit Turgo, pengunjung juga dapat melihat puing-puing rumah yang pada tahun 1994 tertimpa bencana awan panas Gunung Merapi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara di puncak Bukit Turgo, terdapat makam seorang wali tanah Jawa bernama Syekh Jumadil Qubro. Biasanya makam ini ramai peziarah pada malam Selasa maupun Jumat Kliwon. 

Foto: Turgo.id

“Mereka datang berdoa di makam Syekh Jumadil Qubro di puncak bukit. Biasanya ramai-ramai naik bus atau naik mobil ke sini. Kebanyakan dari mereka datang dari Jawa Tengah atau Jawa Timur. Justru warga di sini yang kurang,”

kata Dias, warga setempat, seperti dikutip dari Turgo.id.

Selain disakralkan, makam Syekh Jumadil Qubro di puncak Bukit Turgo juga memiliki panorama alam yang indah. Kini makam tersebut juga sudah dipugar dengan baik.

Selain itu juga sudah dibuatkan anak tangga agar memudahkan pengunjung sampai ke puncak. 

Setidaknya butuh waktu 45 menit hingga satu jam pendakian agar bisa sampai ke makam Syekh Jumadil Qubro.

Walau begitu, soal kepastian apakah makam itu merupakan milik Syekh Jumadil Qubro masih perlu dibuktikan. Soalnya makam sosok yang sama juga terdapat di Kota Semarang dan juga di Trowulan, Jawa Timur.

Rekomendasi