Simetris adalah Jenis Komposisi dalam Menggambar, Berikut Jenis dan Ciri-cirinya
Merdeka.com - Simetris adalah sebuah benda atau gambar yang mempunyai sisi yang bisa menyatu meski dibelah menjadi dua. Istilah ini kerap dipakai dalam dunia arsitektur untuk membuat suatu desain yang seimbang.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), simetris adalah mengenai keseimbangan letak unsur cetak seratus persen terhadap garis poros. Simetris juga kerap diartikan sebagai sama kedua belah bagiannya.
Dalam arsitektur, simetri mengacu pada geometri bangunan, karena bangunannya sama di kedua sisi sumbu. Simetri adalah distribusi dan pengaturan komponen yang seimbang dengan bentuk dan ruang yang setara. Artinya, bentuk maupun ruang setara pada sisi yang berlawanan dari garis pemisah atau bidang.
Berikut jenis-jenis dan ciri simetris yang merdeka.com lansir dari merriam-webster.com dan sumber lainnya:
Jenis Simetris

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Arman Zhenikeyev
Simetris adalah sebuah konsep prinsip geometri sederhana yang diterapkan dalam proses desain arsitektur. Dalam simetri, bentuk yang dipakai persis seperti yang lain. Secara umum, jenis simetris dibagi menjadi dua, antara lain:
Simetris Bilateral
Simetris bilateral adalah mengacu pada pengaturan seimbang elemen yang sama atau setara pada sisi berlawanan dari sumbu garis lurus. Contoh dari jenis simetris ini, yaitu Gedung DPR di Jakarta yang dibuat dengan struktur kubah simetris. Selain itu, ada juga bangunan Taj Mahal di Agra, yang merupakan bangunan yang sepenuhnya dicerminkan ketika dipotong menjadi dua bagian.
Simetris Radial
Jenis simetris satu ini mengacu pada pengaturan seimbang dari elemen-elemen yang serupa pada sisi berlawanan dari media axis. Jadi, simetris radial hanya satu bidang yang bisa dibagi menjadi dua bagian yang sama dengan melewati sebuah garis pada sudut mana saja di sekitar sumbu pusat.
Adapun contoh dari simetris radial, yaitu The Bahai House Wosrhip di Delhi, yang direncanakan dalam simetri radial untuk menciptakan kekosongan sentral besar yang digunakan sebagai tempat ibadah. Selain itu, ada juga Candi Borobudur yang menggunakan pola simetris radial.
Ciri-ciri Simetris

Ilustrasi shutterstock.com
Cara mengetahui sebuah benda atau gambar yang bersifat simetris, yaitu dengan membagi kedua obyek tersebut menggunakan garis melalui titik pusat. Apabila kedua objek tersebut bisa disatukan dan hasilnya proporsional, maka dapat dikatakan sebagai simetris. Garis simetris bisa berupa garis horisontal, vertikal, maupun diagonal sehingga setelah ditarik, garis itu akan tercipta sebuah obyek dengan mempunyai kedua sisi yang seimbangan.
Selain itu, untuk mengetahui sebuah objek memiliki bentuk simetris atau tidak, yakni dengan menggunakan mistar dari titik sumbu, lalu melipatnya. Jika sisi pertama dan kedua bisa sama dan merata, bisa disebut simetris. Sebagai contoh, wajah manusia yang dibagi dua melalui titik pusat, yaitu hidung. Sisi kiri dan kanan wajah manusia memiliki ukuran sama dan seimbangan dan tidak ada kekurangan maupun kelebihan.
Cara Membuat Komposisi Simetris
Komposisi simetris atau yang disebut juga dengan keseimbangan simetris adalah keseimbangan antara ruang sebelah kiri dan kanan dengan sama persis, baik bentuk, ukuran, raut, dan juga teksturnya.
Dalam proses pembuatan komposisi simetris, Anda hanya perlu menyamakan ruang di sebelah kiri dan juga di sebelah kanan. Adapun cara membuat komposisi simetris adalah sebagai berikut:
• Sediakan kertas gambar dan tentukan ukuran gambar yang ingin Anda buat.
• Setelah itu, lipat kertas menjadi dua bagian yang sama besar, kanan dan kiri.
• Buat komposisi di salah satu ruang dengan menggunakan cat air atau cat poster.
• Tangkupkan kertas gambar tersebut menjadi satu sehingga cat akan menempel ke bagian ruang yang kosong.
• Setelah itu, akan didapatkan hasil komposisi yang sama persis di sebelah kiri maupun di sebelah kanan.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya