Melihat Produksi Kerajinan Aksesoris Pengantin di Bantul, Omzet Mencapai Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Usaha yang telah dirintis sejak tahun 2009 lalu kini berkembang dan bisa mempekerjakan 10 orang karyawan

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Melihat Produksi Kerajinan Aksesoris Pengantin di Bantul, Omzet Mencapai Puluhan Juta Rupiah Per Bulan
Melihat Produksi Kerajinan Aksesoris Pengantin di Bantul, Omzet Mencapai Puluhan Juta Rupiah Per Bulan (Merdeka.com)

Kabupaten Bantul merupakan daerah tempatnya para perajin, mulai dari perajin gerabah, perajin wayang, perajin bambu, dan masih banyak lagi.

Di Padukuhan Krapyak Wetan, Kalurahan Panjangrejo, Pundong, Bantul, ada Sukijan, seorang perajin yang menggeluti kerajinan aksesoris pengantin. 

Dilansir dari Bantulkab.go.id, usaha itu telah ia rintis pada tahun 2009 lalu. Sebelumnya ia bekerja sebagai karyawan di tempat pembuatan tembaga dan kuningan.

Hingga akhirnya ia memulai sendiri usaha miliknya dengan nama “Eeng Production”. Ia mengembangkan model sendiri agar dapat bersaing di pasaran.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam menjalankan usahanya, Sukijan dibantu karyawannya yang berjumlah 10 orang. Setiap harinya mereka memproduksi berbagai aksesoris pengantin seperti cundhuk menthol, bros, kalung pengantin, siger, dan masih banyak lagi. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Untuk bahan bakunya, Sukijan menggunakan tembaga dan kuningan. Berbagai macam riasan aksesoris khas Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali dibuatnya dengan nilai jual rata-rata menyentuh angka Rp35 juta per bulan. 

Foto: YouTube Bantul TV

Harga yang ditetapkan sangat bervariatif tergantung dari besaran ukuran, motif yang dikerjakan, dan penggunaan manik-manik hiasannya, mulai dari Rp45 ribu per biji hingga ada yang mencapai angka Rp4,5 juta untuk satu set aksesoris pengantin adat lengkap.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia mengakui bahwa menggeluti usaha tersebut tidaklah mudah. Apalagi dalam membuat aksesoris itu butuh ketelitian, kecermatan, dan mengerti akan ragam budaya Indonesia. 

Foto: YouTube Bantul TV

Untuk pemasarannya, Sukijan mengatakan kalau ia masih mengandalkan pemasaran secara offline. Namun ada pula beberapa pelanggan yang memesan barangnya melalui media sosial.

“Pemasaran paling jauh ke Aceh dan Kalimantan. Mereka biasanya pesan lewat medsos dan bilang mau motif dan ukuran yang seperti apa. Tapi kebanyakan yang pesan ke kami adalah toko-toko seperti di Pasar Beringharjo, Wedding Organizer, dan salon pengantin gitu,” kata Sukijan. 

Terkait usaha yang digeluti Sukijan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bantul, Emi Masruroh Halim, mengatakan bahwa hasil kerajinan Eeng Production punya kualitas yang bisa bersaing di pasaran.

Oleh karena itu pihaknya berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana para perajin aksesoris pengantin. Emi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendorong UMKM di Bantul dengan upaya memberikan kemudahan memperoleh permodalan, marketing, pelatihan, dan produksi.

“Karena itu yang seperti ini harus dibantu dan difasilitasi Pemkab Bantul. Sehingga nanti dapat fasilitas pelatihan dan sarana prasarana agar mereka mendapat pasar yang aman serta memastikan produk mereka laku di pasaran,”

ujar Emi dikutip dari Bantulkab.go.id.

Rekomendasi