5 Fakta Banjir Besar di Demak, Banyak Tanggul Jebol hingga Puluhan Ribu Warga Harus Mengungsi

Banjir besar itu menyebabkan Jalan Pantura Demak-Kudus lumpuh total

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
5 Fakta Banjir Besar di Demak, Banyak Tanggul Jebol hingga Puluhan Ribu Warga Harus Mengungsi
5 Fakta Banjir Besar di Demak, Banyak Tanggul Jebol hingga Puluhan Ribu Warga Harus Mengungsi (Merdeka.com)

Banjir besar yang menerjang wilayah Demak terjadi sejak Kamis  (8/2). Banjir terjadi dipicu adanya tanggul sungai yang jebol.

Akibat peristiwa ini, sebanyak 4.000 rumah yang tersebar di lima desa serta area pertanian seluas 275 hektare terdampak banjir. 

Saat itu beberapa tanggul sungai di sejumlah tempat sudah jebol, di antaranya tanggul kanan Sungai Cabean di Dukuh Ngemplik, Desa Sidorejo, serta tanggul Sungai Tuntang di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung.

Namun bukannya kondisinya semakin membaik, hari demi hari kondisinya justru makin buruk. Makin banyak tanggul jebol. Wilayah yang tergenang banjir pun semakin meluas.

Berikut selengkapnya:

Tanggul yang Jebol Bertambah

Luas cakupan banjir bertambah menyusul jebolnya tanggul Sungai Klambu Kiri setelah sebelumnya tanggul Sungai Wulan dan Jratun ikut jebol. Akibatnya banjir meluas hingga ke desa lain seperti Desa Undaan Lor, Undaan Kidul, Karanganyar, dan Wonorejo.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bahkan akibat banjir, jalur pantura lumpuh total dan tergenang air sepanjang 2 km di wilayah Kecamatan Karanganyar dengan ketinggian lebih dari dua meter.

Lalu lintas Lumpuh Total

Lalu lintas Lumpuh Total
Dok. Istimewa

Akibat banjir ini arus lalu lintas Demak-Kudus maupun sebaliknya dialihkan lewat Jepara. Sementara itu kendaraan besar diminta tidak melintas dan mencari tempat parkir terlebih dahulu.

“Dikhawatirkan akan semakin memperpadat arus lalu lintasnya. Sebaiknya mereka mencari kantong parkir untuk truk bersumbu, sedangkan kendaraan pribadi silakan melintasi jalur Jepara,”

kata KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Alifi dikutip dari ANTARA pada Kamis (8/2).

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir

Puluhan Ribu Jiwa Terdampak Banjir
Dok. Istimewa

Hingga Jumat (9/2), banjir di sejumlah titik belum juga surut. Bahkan wilayah yang tergenang semakin meluas. Ketinggian air di berbagai tempat juga bervariasi mulai dari 1-3 meter.
Kabid Penganangan

Kabid Penganangan Kedaruratan BPBD Jateng, Muhammad Chomsul, mengatakan, akibat banjir ini sebanyak 14.579 kk dengan 56.579 jiwa terdampak. Jumlah ini tersebar di tujuh kecamatan di Demak.

“Untuk penanganan saat ini yang dilakukan kami adalah lebih fokus pada evakuasi massa. Artinya masih banyak warga yang terjebak. Selain itu juga pemenuhan makanan,” kata Chomsul dikutip dari ANTARA.

Pemkab Demak Masih Berupaya Evakuasi Korban

Walaupun sudah banyak warga mengungsi, namun masih ada sejumlah warga yang terjebak di rumah. Hingga Jumat (9/2), Pemkab Demak masih berupaya mengevakuasi warga di dua desa di Kecamatan Karanganyar yang masih terjebak, menyusul tingginya genangan dan derasnya arus air.

Bupati Demak Esti’anah mengatakan untuk melakukan evakuasi itu, pihaknya masih menunggu perahu bermesin sekaligus mencari operator yang mengoperasikannya karena sebelumnya ada tim evakuasi yang perahunya terbalik mengingat arus air yang cukup deras.

Selain itu, para relawan juga mengalami kelelahan sehingga perlu ada dukungan tim evakuasi agar semua warga bisa diselamatkan dari tempat tinggal mereka yang tergenang banjir.

“Untuk jumlah warga yang belum dievakuasi kami belum bisa memastikan karena kami belum mendapat laporan,” ujar Esti’anah. 

Kebutuhan Logistik Para Pengungsi

Para pengungsi diungsikan ke berbagai titik baik di Kabupaten Demak maupun Kudus. Pemkab Demak juga mulai memenuhi kebutuhan logistik untuk para pengungsi mulai dari makanan siap saji, baju bersih, selimut, kebutuhan makanan, dan popok untuk bayi usia kurang dari lima tahun.

Selain dari Pemkab Demak, bantuan juga berdatangan dari berbagai pihak. Tak hanya soal bantuan logistik, pemerintah juga sudah menyiagakan petugas kesehatan untuk para pengungsi.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan RSUD Kudus untuk pelayanan warga Demak yang membutuhkan perawatan medis,” tutup Esti’anah. 

Rekomendasi