Mengunjungi Kampung Terpencil di Puncak Bukit Wonogiri, Hampir Semua Warganya punya Motor Trail

Terlihat rumah-rumah di Kampung Popok cukup sederhana dengan nuansa Jawa.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Mengunjungi Kampung Terpencil di Puncak Bukit Wonogiri, Hampir Semua Warganya  punya Motor Trail
Mengunjungi Kampung Terpencil di Puncak Bukit Wonogiri, Hampir Semua Warganya punya Motor Trail (Merdeka.com)

Terlihat rumah-rumah di Kampung Popok cukup sederhana dengan nuansa Jawa.

Foto: YouTube Jejak Richard

Alkisah, di puncak Gunung Gajahmungkur, terdapat sebuah desa yang letaknya terpencil yang bernama Kampung Popok.

Walau belum diaspal, jalan di Kampung Popoh begitu bagus. Secara administratif, Kampung Popok masuk wilayah Dusun Temulus, Desa Kaloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Terlihat rumah-rumah di Kampung Popok cukup sederhana dengan nuansa Jawa. Di salah satu bagian, terdapat sebuah musala yang kondisinya sangat bagus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kampung Popok terdiri dari 14 KK. Di jalan-jalan kampung banyak anjing berkeliaran. Warga setempat menggunakan anjing-anjing itu untuk menakut-nakuti monyet yang sering datang mengganggu.

Salah satu hal unik di Kampung Popok adalah hampir semua warganya ternyata punya motor trail. Hal ini dikarenakan medan jalan yang sulit.

“Buat mencari rumput,” kata salah seorang warga terkait penggunaan motor trail itu.

Berdasarkan penuturan warga, banyak pengendara motor yang tersesat di kampung itu karena mengikuti petunjuk GPS. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bapak Bubrah, salah seorang warga Desa Popok, bercerita bahwa ia dulunya ikut orang tua di rumah itu. Tapi kini kedua orang tuanya telah tiada.

Di rumah itu, ia hanya tinggal berdua dengan istrinya. Anak semata wayangnya sudah berkeluarga dan tinggal bersama istrinya di desa lain.

“Kalau di sini musim hujan kondisinya sulit. Kalau di tanah datar masa depannya lebih cerah untuk anak cucu. Di sini jalannya agak susah. Kalau longsor itu sudah takdir,” kata Pak Bubrah. 

Pak Bubrah mengatakan bahwa mayoritas warga yang tinggal di desa itu bermata pencaharian sebagai petani.

Pak Bubrah mengatakan bahwa mayoritas warga yang tinggal di desa itu bermata pencaharian sebagai petani.
Dok. Istimewa
Rekomendasi