Supermoon merupakan salah satu fenomena alam indah dan memukau yang dapat dilihat dari Bumi. Seperti baru-baru ini, fenomena Supermoon tepat di awal bulan Agustus (1/8/2023). Dapat dikatakan, ini menjadi sebuah penanda masuknya bulan baru. Bukan hanya di awal bulan, menurut perkiraan fenomena Supermoon juga akan terjadi di akhir bulan, tepatnya pada 31 Agustus. Keindahan alam ini tentu sayang jika dilewatkan begitu saja, terutama bagi Anda yang gemar mengamati fenomena luar angkasa.
Selain mengamati keindahannya, tentu menarik untuk dibahas lebih jauh apa yang menjadi penyebab Supermoon. Faktor apa saja yang memengaruhi terjadinya fenomena Supermoon. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan di Bumi ketika terjadi Supermoon. Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum penyebab Supermoon dan dampaknya, bisa Anda simak.
Advertisement
Sebelum mengetahui penyebab Supermoon, perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Supermoon.
Supermoon adalah fenomena luar angkasa yang terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekat ke Bumi di lintasan orbitnya. Fenomena Supermoon membuat penampakan bulan sedikit lebih terang dan lebih dekat dari biasanya, meski perbedaannya sulit dilihat dengan mata telanjang.
Supermoon adalah fenomena luar angkasa yang terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan jarak terdekat ke Bumi di lintasan orbitnya. Fenomena Supermoon membuat penampakan bulan sedikit lebih terang dan lebih dekat dari biasanya, meski perbedaannya sulit dilihat dengan mata telanjang. Supermoon di tahun 2023 terjadi di bulan Juli dan dua di bulan Agustus, yaitu pada tanggal 1 Agustus dan tanggal 30 atau 31 Agustus.
Advertisement
Advertisement
Berikutnya akan dijelaskan penyebab Supermoon. Penyebab Supermoon tidak lain dipengaruhi oleh lintasan orbit bulan yang mengelilingi bumi, tidak berbentuk lingkaran sempurna.
Lintasan orbit bulan memiliki jarak rata-rata 238.000 mil (382.900 km) dari Bumi, tetapi apogee dan perigee-nya, yaitu jarak terdekat dan terjauh dari Bumi, berubah setiap bulan lunar. Alasan utama mengapa orbit bulan bukan lingkaran sempurna adalah karena ada banyak gaya pasang surut, atau gravitasi, yang menarik bulan. Gaya gravitasi bumi, matahari, dan planet yang berbeda-beda, semuanya memberikan pengaruh pada orbit bulan. Setiap gaya gravitasi yang berbeda ini memiliki kemampuan menarik dan mendorong bulan, sehingga akan menciptakan jarak terdekat dan terjauh bulan pada bumi.
Advertisement
Terkahir akan dijelaskan dampak apa yang ditimbulkan ketika terjadi fenomena Supermoon. Dampak pertama, seperti yang dijelaskan, fenomena Supermoon akan membuat cahaya bulan lebih terang berkali-kali lipat walaupun tidak mudah dilihat dengan mata telanjang.
Dampak kedua dari Supermoon, yaitu air laut mengalami pasang. Adanya laut pasang ini akan berdampak pada terganggunya transportasi laut. Selain itu, air laut yang pasang juga akan memberikan pengaruh pada aktivitas petani garam dan perikanan darat. Dampak terakhir dari fenomena Supermoon adalah terjadinya banjir rob. Karena air laut pasang ketika Supermoon, ini berpeluang mengakibatkan terjadinya banjir yang menggenani daratan. Bagi masyarakat yang tinggal di dekat pesisir pantai perlu mewaspadai kemungkinan ini.